Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Timnas Indonesia di SEA Games 2023./JIBI-PSSI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gunungkidul memastikan tidak ada atlet asal Bumi Handayani yang berlaga di SEA Games 2023 di Kamboja. Catatan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab untuk terus meningkatkan prestasi olahraga yang dimiliki.
BACA JUGA: SEA Games 2023: Emas ke-18 Disumbang dari Cabang Kun Bokator
Kepala Dispora Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, untuk DIY ada sepuluh atlet yang berlaga di SEA Games ke-32 di Kamboja. Meski demikian, para atlet ini tidak ada yang berasal dari Gunungkidul.
“Atlet DIY yang berlaga di SEA Games berasal dari Sleman lima atlet, Kota Jogja empat atlet. Sedangkan satu atlet lainnya berasal dari Bantul,” kata Supri kepada wartawan, Senin (8/5/2023).
Menurut dia, ketiadaan wakil asal Gunungkidul yang berlaga di SEA Games menjadi catatan tersendiri karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Salah satunya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Bumi Handayani.
Supri mengakui sudah menyiapkan program jangka panjang untuk peningkatan prestasi olahraga. Langkah pertama yang dilakukan dengan identifikasi tentang pemetaan sarana prasarana olahraga dan akan dipenuhi secara bertahap sehingga bisa memadai.
Selain itu, juga ada penjaringan potensi atlet kemudian dilakukan pembinaan secara terencana, terstruktur dan berkelanjutan.
“Pembinaan atlet harus didukung dengan tempat latihan yang memadai. kebetulan di Gunungkidul ada cabor yang belum memiliki tempat latihan sehingga akan dibangun secara bertahap,” katanya.
Mantan Ketua KONI Gunungkidul, Jarot Budi Santoso mengatakan, prestasi olahraga Gunungkidul masih butuh ditingkatkan. Selain itu, juga harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai agar pembinaan dapat dimaksimalkan.
Menurut dia, untuk atlet tampil di SEA Games sebenarnya bukan barang yang baru. Namun demikian, di tahun ini tidak ada atlet asal Gunungkidul yang berlaga di ajang olahraga tingkat Asia Tenggara ini.
“Terakhir yang berlaga adalah atlet Bayu Prasetyo yang tampil di SEA Games Filipina di 2019 lalu. Dia masih aktif sekarang, tapi mungkin karena tidak lolos kualifikasi maka tidak bisa tampil di Kamboja,” katanya.
Jarot menambahkan, sebelum Bayu juga ada atlet asal Gunungkidul yang berlaga di SEA Games atas nama Ani Suprapti dan mendapatkan medali perak di cabor jalan cepat putrid 10K di 1999 lalu.
“Memang prestasi olahraga di Gunungkidul masih butuh ditingkatkan. Harapannya, tidak hanya bisa tampil di SEA Games, tapi bisa ke Asian Games hingga Olimpiade,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
SIM Keliling Polda DIY Sabtu 19 September 2026 melayani perpanjangan SIM A dan C. Cek lokasi, jadwal, syarat, dan biaya.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.