Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Ilustrasi Pemilu 2024 /Freepik
JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menggelar pendidikan politik bagi para difabel yang tergabung dalam Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Selasa (9/5/2023) di Hotel Abadi, Sosromenduran, Gedongtengen, Jogja. Acara tersebut digelar dengan tema Menuju Demokrasi Inklusif: Aksesibiltas dan Mendorong Hak Pilih Difabel pada Pemilu 2024.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Siti Ghoniyatun menyampaikan bahwa kondisi fisik dari penyandang disabilitas bukan menjadi masalah untuk mereka dapat mendapatkan hak politiknya baik sebagai pemilih, dipilih, pengawas maupun penyelenggara Pemilu 2024. “Dijamin Undang-Undang Dasar laki perempuan, semua punya hak yang sama secara konstitusional di hadapan hukum,” kata Ghoniyatun.
Selain itu, prinsip aksesibilitas menurutnya menjadi penting agar Dalam seluruh tahapan Pemilu para penyandang disabilitas bisa menjangkau hingga di Tempat Pemungutan Suara(TPS) dimana mereka memilih. Peraturan KPU No.7 2022 maupun 2023 juga telah mengatur terkait hak pilih kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) tanpa ada pengecualian.
Dirinya menyampaikan pentingnya bagi penyelenggara Pemilu untuk menyediakan akses yang layak, aman dan nyaman di Pemilu 2024. “Penentuan TPS harus memberikan akses seluasnya bagi warga negara. Letaknya tidak boleh jauh dan terpencil, harus mudah diakses, tidak boleh memisahkan keluarga di TPS berbeda,” ujarnya.
Ghoni juga meminta para difabel agar turut menyuarakan hak untuk menyampaikan aspirasi. “Bapak ibu jadi tokoh dan narasumber berkaitan dengan demokrasi dan menggunakan hak pilih [di Pemilu 2024], memberikan suara kepada calon yang punya greget memperjuangkan hak termasuk disabilitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut sebanyak 40 difabel dari RTPD didampingi oleh fasilitator yang memiliki pengalaman dalam pendidikan politik menyampaikan keterbatasan yang bakal mereka hadapi. Dalam kesempatan tersebut juga didampingi oleh pemandu bahasa isyarat untuk membantu memahami dan menerima informasi dari rekan dan fasilitator. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu