Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Satpol PP DIY menjelaskan bahwa pengembang perumahan yang mangkir dari pemanggilan berdiri di atas tanah kas desa yang berlokasi di Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman. Pengembang itu kini sudah membangun sebanyak 150 unit.
Satpol PP DIY memanggil tiga investor yang diduga menyalahgunakan pemanfaatan tanah kas desa di Maguwoharjo, Selasa (9/5/2023). Dari tiga investor yang dipanggil, ada satu yang mangkir, yakni pengembang perumahan.
“Keterisian unit di perumahan itu sudah 80 persen dalam pengecekan kami, 80% unit sudah ada penunggunya,” kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad, Selasa.
Pengembang perumahan tersebut, jelas Noviar, berbadan hukum perusahaan. “Soal nama perusahaan, siapa pemiliknya, dan semacamnya, kami belum dapat infokan karena masih penyidikan,” jelasnya.
BACA JUGA: Akui Tak Punya Izin, 2 Perusahaan Pengguna Tanah Kas Desa Maguwoharjo Siap Setop Aktivitas Usaha
Saat ditanya hubungan pengembang perumahan tersebut dengan mafia tanah Jogja, RS, yang sudah ditangkap Kejaksaan Tinggi DIY, Noviar juga tak membeberkannya.
“Nanti saja, yang jelas kami akan tindak tegas seperti instruksi Gubernur DIY yang tak akan memberikan toleransi lagi tentu kami tegas menindaknya,” ujarnya.
Selain memanggil pengembang perumahan, lanjut Noviar, Satpol PP DIY juga memanggil dua pihak lain. “Ada pengelola agrowisata dan restoran, mereka datang dan sudah menandatangani surat pernyataan penghentian operasional dan pengembangan,” katanya.
Dua pihak yang datang tersebut, sambung Noviar, menggunakan TKD di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman. “Semuanya tidak memiliki izin apapun atas usahanya di TKD itu, maka akan kami pantau juga selanjutnya,” ucapnya.
Lantaran sudah menutup dan menghentikan aktivitasnya, menurut Noviar, dua pihak penyalahgunaan TKD ini tak akan disegel. “Tapi kami pantau juga, kalau masih buka akan kami segel,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.