Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Ilustrasi air bersih. Gunungkidul butuh biaya besar untuk mengambil air bersih dari sungai bawah tanah./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul membutuhkan dana sedikitnya Rp45 miliar untuk mengoptimalkan produksi air bersih dari Sungai Bawah Tanah Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari.
Direktur PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, mengatakan perusahaan daerah berupaya memperluas jaringan pelanggan. Sumber air di sungai bawah tanah akan dimanfaatkan agar pasokan ke pelanggan tidak terhambat.
Menurut dia, air bersih di Gunungkidul selama ini berasal dari Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong. Gunungkidul berusaha menambah sumber lain dengan peningkatan kapasitas produksi di Sungai Bawah Tanah Ngobaran.
“Sumber Seropan untuk memasok ke sisi timur dan utara Gunungkidul, sedangkan untuk sumber Ngobaran difokuskan ke sisi barat,” kata Toto, Selasa (9/5/2023).
BACA JUGA: Sudah Tercemar, Ini Bahaya Air Sumur Jogja Jika Dikonsumsi
Sesuai dengan kajian, produksi air di Ngobaran bakal ditingkatkan dari 40 liter per detik menjadi 140 liter per detik. “Jadi kami rencanakan ada tambahan 100 liter per detik,” ungkapnya.
Penambahan kapasitas produksi ini diharapkan bisa menambah pasokan air bersih bagi masyarakat di Kapanewon Saptosari, Panggang, Purwosari dan Paliyan. “Dengan adanya penambahan kapasitas produksi, maka pasokannya bisa lebih lancar lagi,” katanya.
Meski demikian, Toto menyatakan peningkatan produksi air di sungai bawah tanah Ngobaran masih sebatas rencana. Sebab, dana untuk proyek tersebut sangat besar dan Gunungkidul membutuhkan bantuan dari Pemerintah Pusat.
“Sudah dikaji dan untuk program ini butuh biaya sekitar Rp45 miliar. Permohonan bantuan sudah kami ajukan dan tinggal menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat,” katanya.
BACA JUGA: Kualitas Air Sungai di Sleman Lebihi Ambang Batas Baku Mutu
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan di sisi selatan Gunungkidul masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau. Bantuan ke masyarakat terus dilakukan setiap tahunnya, tapi ia menegaskan program tersebut hanya sementara.
Pemkab sudah memiliki perencanaan jangka panjang berkaitan dengan layanan air bersih ke masyarakat. Salah satunya melalui program perluasan pelayanan di PDAM Tirta Handayani.
“Ada dorongan perluasan layanan di PDAM agar warga yang kesulitan air bersih bisa terlayani. Selain itu, untuk akses bersih juga memanfaatkan spamdes [sistem penyediaan air minum perdesaan] maupun spamdus [sistem penyediaan air minum perdusunan] di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.