28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Paniradya Keistimewaan Aris Eko Nugroho (ketiga dari kiri), Kepala Bappeda Kota Jogja Agus Tri Haryono (kedua dari kiri), Kepala Dinas PUPR Kota Jogja Hari Setyowacono (pertama dari kiri) dalam Rembag Kaistimewan bertajuk Pembangunan dan Optimalisasi Infrastruktur Kota Yogyakarta melalui Dana Keistimewaan, Kamis (11/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA–Untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Jogja, Dana Keistimewaan (Danais) DIY dianggarkan setiap tahunnya. Diharapkan dengan anggaran tersebut, dapat mendukung pembangunan infrastruktur Kota Jogja.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho menyampaikan selama ini danais dianggarkan untuk berbagai urusan yang berhubungan dengan kepentingan publik, salah satunya pembangunan infrastruktur di Kota Jogja.
“Kalau kita bicara masyarakat, mereka tidak peduli siapa yang melakukan, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang istimewa,” katanya dalam Rembag Kaistimewan bertajuk Pembangunan dan Optimalisasi Infrastruktur Kota Yogyakarta melalui Dana Keistimewaan, Kamis (11/5/2023).
Setiap tahunnya menurut Aris, pihaknya bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya untuk melakukan pembangunan infrastruktur Kota Jogja. Setiap tahunnya, menurut Aris danais dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.
Dalam upaya pembangunan infrastruktur tersebut, Aris menyampaikan tahun ini danais dianggarkan salah satunya untuk rehabilitasi jaringan air limbah di sekitar Keraton Jogja. Dari pendanaan tersebut, dia berharap pelayanan publik bagi masyarakat dapat meningkat pula.
Untuk dapat mengoptimalkan pembangunan tersebut, Aris berharap adanya kolaborasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DIY. “Pembangunan infrastruktur harus kolaboratif, ada yang harus dilakukan Pemda DIY, Pemkot Jogja,” katanya.
BACA JUGA: Informasi Tentang Dana Keistimewaan Bisa Diakses di Semua Platform Digital
Dia pun berharap pembangunan yang dilakukan dengan menggunakan Danais dapat sejalan dengan pembangunan di DIY. “Harapan kita, semua yang dilakukan dengan danais harus terencana, dan inline terhadap kebijakan di DIY,” katanya.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyampaikan dalam pembangunan infrastruktur, perencanaan penting untuk dilakukan. Dengan perencanaan tersebut menurut Agus pembangunan infrastruktur dapat lebih efektif.
Menurut Agus dalam Pergub No.25/2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan, pihaknya memiliki tugas untuk melakukan perencanaan dan pengendalian program kegiatan keistimewaan yang menggunakan Danais di Kota Jogja. Dalam perencanaan tersebut pihaknya berusaha memastikan agar kegiatan yang ada di Kota Jogja linier dengan program kegiatan di Pemda DIY. “Disini kita harus melihat dokumen perencanaan di Kota Jogja seperti apa, perencanaan di Kota Jogja harus mengembangkan pengembangan ekonomi, sosial dan lingkungan berkelanjutan,” katanya.
Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Kota Jogja, Hari Setyowacono menyampaikan dalam upaya pembangunan infrastruktur di Kota Jogja, pihaknya telah mendapat anggaran danais untuk pembangunan infrastruktur sejak tahun 2018. Nilai anggaran tersebut setiap tahunnya berbeda, tahun 2022 Rp.14 miliar, kemudian tahun 2023 meningkat menjadi Rp.45 miliar.
Menurut Hari anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Jogja, antara lain untuk rehabilitasi jaringan air limbah. “Di kawasan satuan ruang strategis Keraton, yang kita ketahui jaringan limbah kita sudah masuk ke bawah bawah rumah, kita coba lakukan rehabilitasi. Harapannya ke depan bisa menyambung ke kawasan-kawasan strategis lainnya," katanya.
Selain itu, menurut Agus, pihaknya berusaha pula untuk mewujudkan sinkronisasi semua program kegiatan yang berkaitan dengan kaistimwaan, antara lain pertanahan, kelembagaan, tata ruang, dan kebudayaan. Pihaknya pun berupaya memfasilitasi agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.