Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Nasib nahas dialami oleh Krismanto, warga Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (15/5/2023) pagi. Krismanto ditemukan meninggal dunia dan dengan tubuh tergeletak di jalur cepat ringroad utara, tepatnya di depan kampus UTY, Sendangadi, Mlati. Diduga, Krismanto menjadi korban tabrak lari.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Jalan Urip Sumoharjo
Kapolsek Mlati, Kompol Andhies F. Utomo, menjelaskan kejadian tersebut terjadi pukul 05.30 WIB. "Korban merupakan pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menceritakan kejadian ini bermula ketika korban hendak menyeberang ringroad dari utara menuju selatan. Sesampainya di jalur cepat, melaju kendaraan yang belum diketahui identitasnya dari arah timur ke barat.
Saat itu lah kendaraan tersebut menabrak korban. Bukannya berhenti, kendaraan ini tetap melaju dan meninggalkan korban tergeletak di jalan. Akibat kejadian ini, korban mengalami pendarahan kepala, tangan kanan patah dan punggung kanan robek.
Korban langsung meninggal di tempat. Setelah polisi datang ke TKP, korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda DIY. "Untuk tindak lanjut penanganan laka berat dan meninggal dunia dari lantas Polresta Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Malaysia mengerahkan 1 pesawat, 3 helikopter, dan 52 anggota pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.
Peta peluang emas Indonesia di Asian Games 2026 tersebar dari panjat tebing, angkat besi, bulu tangkis hingga sejumlah cabang lain.