Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
ARHT ditahan di Polresta Sleman, kamis (25/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pria yang sedang mabuk tiba-tiba mengamuk di sebuah pusat kebugaran di Jalan Radjiman, Kalurahan Tridadi, Sleman. Seorang karyawan tempat pusat kebugaran tersebut mengalami luka-luka akibat aksi pelaku.
Wakasatreskrim Polresta Sleman, AKP Eko Hariyanto, menjelaskan kejadian ini terjadi pada Rabu (17/5/2023) lalu sekitar pukul 04.30 WIB. “Saat korban bekerja di tempat fitness, didatangi laki-laki tak dikenal dengan mendobrak pintu,” ujarnya, Kamis (25/5/2023).
Laki-laki tak dikenal tersebut berinisial ARHT, 30, yang saat ini telah ditahan Polresta Sleman. Eko menceritakan, setelah masuk, pelaku langsung mendatangi korban, memukulkan ponsel ke kepala korban dan membenturkan kepala korban ke kepalanya sendiri.
Mendapat perlakuan itu, korban pun melarikan diri untuk meminta pertolongan. Korban yang mengalami luka memar di bibir atas dan kepala pusing sempat ke RSUD Sleman untuk berobat. “Ada warga yang mengetahui kejadian tersebut dan memberitahukan ke Polsek Sleman,” katanya.
BACA JUGA: Mabuk, Pria Bikin Onar di Warmindo Maguwoharjo
Saat petugas mendatangi TKP, pelaku sudah tidak ada dengan meninggalkan mobilnya Honda Brio berwarna hitam. Ketika mengecek mobil tersebut, polisi menemukan sebilah pedang sepanjang 85 sentimeter dengan gagang kayu berbentuk naga.
“Motif pelaku karena masih terpengaruh minuman keras. Menganiaya korban karena emosi, punya masalah keluarga. Petugas polresta Sleman melakukan penyelidikan, melihat CCTV dan alat bukti yang lain, berhasil menangkap pelaku di Tlogoadi, Sleman, Kamis [18/5/2023],” ujar dia.
Di mobil tersebut juga terdapat kaca yang pecah di bagian belakang. Namun dari pengakuan tersangka, pecahan kaca itu tidak berhubungan dengan kejadian tersebut. Kepada wartawan, pelaku mengakui pedang di dalam mobil memang miliknya.
Dia mengatakan semula pedang hendak digunakan untuk acara ulang tahun Pattimura. Dia juga mengaku tidak mengenal korban dan tidak pernah datang ke pusat kebugaran tersebut. “Spontan saja. Ada masalah keluarga,” kata dia.
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 351 KUHP atau Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara pedang dan milik pelaku disita sebagai barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sebanyak 34 WN Australia dilaporkan hilang setelah banjir bandang di Nepal. Ratusan orang dari berbagai negara juga masih dicari.
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.