Belanda dan Spanyol Teratas! Ini 5 Tim Paling Sial di Adu Penalti
Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan kini menyamai rekor buruk Spanyol dalam sejarah turnamen.
Pernyataan minta maaf dari pelaku pemukulan pada ajang Jogja 10K/ Tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden pemukulan yang sempat mencoreng penyelenggaraan ajang lari Jogja 10K 2026 resmi berakhir lewat jalur kekeluargaan. Pelaku penganiayaan berinisial Edo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada korbannya, YG (21), dalam proses mediasi yang digelar di Mapolresta Jogja, Senin (4/5/2026).
Kabar perdamaian ini menjadi penutup dari kegaduhan yang sempat viral di media sosial. Ketangkasan aparat kepolisian dalam memfasilitasi mediasi dipuji karena mampu menyelesaikan konflik secara cepat dan tepat.
Komitmen Pelaku dan Pesan Bijak Korban
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosial, Edo mengakui kesalahannya dan berjanji untuk memperbaiki perilaku di masa depan. Ia menegaskan tidak akan mengulangi tindakan serupa kepada korban maupun orang lain.
YG, selaku korban, menerima permohonan maaf tersebut dengan tulus. Namun, ia menitipkan pesan penting agar insiden kekerasan seperti ini tidak terulang kembali dalam ajang apa pun.
“Saya memaafkan Mas Edo. Saya hanya berpesan agar kejadian ini tidak terulang kembali, di kota mana pun, di daerah mana pun, khususnya di Jogja. Kita harus lebih berhati-hati,” ungkap YG dengan penuh kedewasaan seusai mediasi tersebut.
Apresiasi Penyelenggara terhadap Kepolisian
Race Direktur Jogja 10K 2026, Rony, turut hadir untuk menyaksikan penyelesaian masalah ini. Ia menyatakan bahwa ketidaknyamanan yang sempat dirasakan para peserta dan publik kini telah tuntas secara baik. Pihak penyelenggara pun berencana mensosialisasikan hasil perdamaian ini kepada seluruh komunitas pelari yang terlibat dalam ajang tersebut.
“Penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Jogja atas ketangkasan dalam menangani insiden serta memberikan fasilitas mediasi,” tambah Rony.
Peristiwa yang sempat menghebohkan ini terjadi pada Minggu (3/5/2026) saat korban sedang mengikuti perlombaan lari di Kota Jogja. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani HS, YG dianiaya secara tiba-tiba oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang berhenti untuk mengambil air minum.
Akibat pemukulan tangan kosong tersebut, korban mengalami rasa nyeri pada bagian kepala, leher, hingga pundak. Meski harus mendapatkan perawatan medis berupa kompres di lokasi kejadian, YG menunjukkan sportivitas tinggi dengan tetap melanjutkan perlombaan hingga menyentuh garis finis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan kini menyamai rekor buruk Spanyol dalam sejarah turnamen.
UII, SEAMEO BIOTROP, dan SEAQIM mendorong ekonomi sirkular berbasis STEM-ESD untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 1 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BTNGM memastikan pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status Siaga Level III dan aktivitas erupsi masih tinggi.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 1 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Simak perbandingan iPhone 17e dan iPhone 16e, mulai cip A19, MagSafe, kamera, kapasitas penyimpanan, hingga harga di Indonesia.