Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Pernyataan minta maaf dari pelaku pemukulan pada ajang Jogja 10K/ Tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden pemukulan yang sempat mencoreng penyelenggaraan ajang lari Jogja 10K 2026 resmi berakhir lewat jalur kekeluargaan. Pelaku penganiayaan berinisial Edo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada korbannya, YG (21), dalam proses mediasi yang digelar di Mapolresta Jogja, Senin (4/5/2026).
Kabar perdamaian ini menjadi penutup dari kegaduhan yang sempat viral di media sosial. Ketangkasan aparat kepolisian dalam memfasilitasi mediasi dipuji karena mampu menyelesaikan konflik secara cepat dan tepat.
Komitmen Pelaku dan Pesan Bijak Korban
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosial, Edo mengakui kesalahannya dan berjanji untuk memperbaiki perilaku di masa depan. Ia menegaskan tidak akan mengulangi tindakan serupa kepada korban maupun orang lain.
YG, selaku korban, menerima permohonan maaf tersebut dengan tulus. Namun, ia menitipkan pesan penting agar insiden kekerasan seperti ini tidak terulang kembali dalam ajang apa pun.
“Saya memaafkan Mas Edo. Saya hanya berpesan agar kejadian ini tidak terulang kembali, di kota mana pun, di daerah mana pun, khususnya di Jogja. Kita harus lebih berhati-hati,” ungkap YG dengan penuh kedewasaan seusai mediasi tersebut.
Apresiasi Penyelenggara terhadap Kepolisian
Race Direktur Jogja 10K 2026, Rony, turut hadir untuk menyaksikan penyelesaian masalah ini. Ia menyatakan bahwa ketidaknyamanan yang sempat dirasakan para peserta dan publik kini telah tuntas secara baik. Pihak penyelenggara pun berencana mensosialisasikan hasil perdamaian ini kepada seluruh komunitas pelari yang terlibat dalam ajang tersebut.
“Penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Jogja atas ketangkasan dalam menangani insiden serta memberikan fasilitas mediasi,” tambah Rony.
Peristiwa yang sempat menghebohkan ini terjadi pada Minggu (3/5/2026) saat korban sedang mengikuti perlombaan lari di Kota Jogja. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani HS, YG dianiaya secara tiba-tiba oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang berhenti untuk mengambil air minum.
Akibat pemukulan tangan kosong tersebut, korban mengalami rasa nyeri pada bagian kepala, leher, hingga pundak. Meski harus mendapatkan perawatan medis berupa kompres di lokasi kejadian, YG menunjukkan sportivitas tinggi dengan tetap melanjutkan perlombaan hingga menyentuh garis finis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.