Kementerian HAM Dukung Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Lahan pertanian yang rawan kekeringan di musim kemarau 2024 di wilayah Kabupaten Bantul. (Antara/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Musim kemarau 2023 disebut bakal ekstrem, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, menyiapkan pompa di dekat sumber air untuk irigasi lahan pertanian. Pompa ini untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Joko Waluyo di Bantul, Jumat (26/5/2023), mengatakan sudah mengumpulkan semua petugas penyuluh lapangan untuk memantau kondisi lahan pertanian di wilayah masing-masing memasuki musim kemarau 2023 saat ini.
"Teman-teman kami minta turun ke lapangan, memprediksi daerah-daerah yang kesulitan air irigasi, karena cuaca kemarau 2023 ini kan dipengaruhi fenomena El Nino, kalau daerah itu bisa dijangkau pompa air, dan ada sumber airnya, kami siapkan pompa," katanya.
BACA JUGA: Cegah Kejahatan Jalanan, Polisi Patroli ke Warung-Warung
Menurut dia, saat ini pompa air sudah ada di beberapa kelompok tani di Bantul yang berasal dari bantuan pemerintah, sehingga h bisa dimanfaatkan jika daerahnya terdapat sumber air untuk irigasi sawah.
"Pompa air itu kan bantuan pemerintah kepada kelompok tani, sudah ribuan jumlahnya, sehingga sudah banyak tersedia di masing-masing kelompok, itu nanti bisa dimanfaatkan, yang penting ada sumber airnya," katanya.
Dia mengatakan, di daerah yang tidak terdapat sumber air untuk irigasi pertanian, atau jauh dari mata air sebaiknya tidak memaksa memakai pompa air, dan menyesuaikan dengan ketersediaan air apabila melakukan kegiatan tanam tanaman pangan.
Rawan Kekeringan
Joko Waluyo mengatakan, di wilayah Bantul yang memiliki kerawanan kekeringan lahan pertanian dampak kemarau 2023 itu ada di Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pajangan, dan sebagian wilayah Piyungan.
"Di sebagian wilayah tersebut merupakan daerah-daerah yang sumber airnya tidak melimpah, kalau di daerah itu, ada sumber air, nanti kami siapkan pompa," katanya.
Terkait dampak kemarau 2023 yaitu kekeringan lahan pertanian, menurut dia, sampai saat ini belum berdampak pada tanaman pangan di Bantul, dikarenakan ketersediaan air irigasi masih mencukupi kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.