Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Guru-guru SMK Tata Boga di Jogja mengikuti Hotel Tentrem Food Academy di Kayumanis Coffe Shop, Hotel Tentrem, pada, Jumat (26/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA– Perkembangan sekolah vokasi dengan jurusan masak di Jogja dinilai masih tertinggal jauh dari sisi pengetahuan masakan dengan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
Chef Hotel Tentrem, Philip Walasary mengatakan Jogja sebagai surga kuliner memiliki potensi yang luar biasa. Kendati begitu masih banyak hal yang perlu dikembangkan. "Tapi kalau dibandingkan dengan kota lain, perkembangan sekolah vokasi dengan jurusan masak di Jogja masih tertinggal jauh dari sisi pengetahuan masakan," katanya disela kegiatan Hotel Tentrem Food Academy di Kayumanis Coffe Shop, Hotel Tentrem, pada, Jumat (26/5/2023).
Salah Satu fokus dari kegiatan tersebut adalah memberikan bekal kepada para guru tata boga yang ada di Jogja dalam memahami dasar pembuatan masakan barat. Dia berharap para Guru SMK memahami cara membuat masakan Perancis sehingga memberikan dampak kepada mereka untuk diimplementasikan di sekolah dan dunia kuliner.
Pelatihan tersebut sengaja menyasar sejumlah pengajar di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki jurusan tata boga. Acara tersebut menghadirkan Chief asal Perancis, Gilles Marx dan konsultan kuliner berpengalaman, Ronald Silvano yang didampingi Philip Walasary selaku Chef dari Hotel Tentrem.
"Mereka diperkenalkan membuat dasar masakan Perancis yang dipraktekan langsung oleh chef dari negara asalnya," ujar Philip.
Peserta diperlihatkan cara memasak menggunakan baha-bahan yang telah ditentukan. Salah satu masakan yang dibuat adalah penyedap rasa saus Hollandaise untuk menambah rasa makanan yang dihidangkan bersama dengan makananya. Peserta juga diajak mencicipi hidangan yang disediakan.
Menurutnya, untuk membuat masakan Perancis membutuhkan keuletan dan kesabaran. Meskipun pada level dasar, masakan Perancis memiliki standar baku dalam pembuatannya sehingga memiliki mutu. Meskipun karakteristik makanannya berbeda, resepnya tidak bisa diubah.
Jika salah satu resep tidak digunakan dalam masakan, katanya, maka hal itu akan menghilangkan mutu dan bisa disebut gagal membuat makanan Perancis. "Kalau yang saya pelajari makanan western tidak bisa diubah-ubah atau dikurangi, diganti dan ditawar. Kalau bahan yang tidak dimasukkan maka bukan masakan perancis namanya,” ujar Philip.
Dia menjelaskan karakteristik makanan Perancis yang harus dimiliki berasal dari bahan baku seperti butter (mentega) dan mayones. "Karakteristik makanan Perancis kalau yang saya pelajari kunci nya ada tiga, butter, butter, butter," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.