Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogaja.com, BANTUL—Ali Susanto Joko Saputro, warga Dusun Mancingan, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka setelah dikeroyok sejumlah pemuda yang diduga bagian kelompok suporter klub sepak bola DIY.
Korban yang mantan Komandan SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis ini mengalami luka sayatan di bagian tangan dan mendapat 16 jahitan. Dia juga menderita luka sobek di kepala dan harus menerima enam jahitan karena sabetan senjata tajam.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (28/5/2023) dini hari. Saat itu korban bersama warga merasa terganggu dengan suara musik di Vila Pondok Bambo Rando di Jalan Parangtritis RT007, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.
BACA JUGA: Kawal Kasus Penembakan Warga Girisubo, Keluarga Korban dan PSHT Datangi Polda DIY
Dalam vila tersebut terdapat sejumlah pemuda yang sedang mengadakan pesta dengan bernyanyi-nyanyi. “Korban bersama warga datang mengimbau agar para pemuda mengecilkan suara musik karena sudah lewat pukul 01.00 WIB akan tetapi pengunjung tidak mengindahkan dan terjadilah keributan yang mengakibatkan korban dikeroyok oleh para pengunjung vila sehingga korban mengalami luka-luka,” kata Ihsan di Mapolres Bantul, Senin (29/5/2023).
Ihsan menyebut Ali Susanto mengalami luka sayatan di bagian tangan dan kepala yang diduga dari senjata tajam milik pelaku.
Setelah mendapat perawatan medis, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bantul. Kapolres mengaku polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi di lokasi keadian. Polres juga sudah memeriksa CCTV di lokasi kejadian untuk melengkapi penyidikan.
Ihsan menyatakan secepatnya akan menangkap pelaku karena sudah diketahui ciri-cirinya. Kapolres mengatakan pelaku merupakan bagian dari kelompok suporter bila di DIY yang sedang mengadakan acara di vila Parangtritis. Korban dan pelaku tidak saling mengenal. “Jadi satunya kelompok suporter bola yang merayakan ulang tahun. Ditegur marah dan terjadi pemukulan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.