BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas Kualitas Makan Bergizi Gratis
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Ilustrasi
Harianjogja.com, WATES—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo pada 2023 membangun jalan usaha tani di tujuh titik tiga kecamatan/kapanewon dalam rangka mempermudah sirkulasi pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen.
BACA JUGA: Infrastruktur Pertanian di Kulonprogo Perlu Ditingkatkan
Sub Koordinator Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Kirmi di Kulonprogo, DIY, Kamis (8/6/2023), mengatakan tujuh lokasi yang menjadi sasaran pembangunan jalan usaha tani (JUT) adalah dua titik di Kapanewon Samigaluh, dua titik di Temon, satu titik di Sentolo, dan dua titik di Panjatan.
"Proyek pembangunan JUT dimulai sejak tiga pekan lalu. JUT dibangun untuk mempermudah sirkulasi pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen," katanya.
Ia mengatakan anggaran pembangunan di tiap titik tersebut memiliki pagu rata-rata Rp196 juta. Pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga secara kontraktual nontender, karena nilai kontrak di bawah Rp200 juta. Alokasi anggaran pembangunan tersebut telah ditentukan sebelumnya.
Alokasi anggaran 2023 hanya mampu membangun tujuh titik. Titik tersebut dipilih setelah kelompok tani mengirimkan proposal permohonan pembangunan JUT yang disaring secara ketat.
"Usulan program itu dari bawah. Harus ada proposal dan proposal yang masuk ke kami terkait permohonan pembangunan JUT itu banyak. Bahkan, aspirasi dewan melalui pokok pikiran juga menerima usulan lebih dari 50 JUT," katanya.
Lebih lanjut, Kirmi mengatakan sampai saat ini, akses jalan menuju kawasan pertanian di Kulonprogo belum mencapai 20 persen.
Proses pembangunan JUT juga tidak dapat dilakukan secara masif, karena anggaran tiap tahun berbeda-beda. Seperti pada 2024, Dinas Pertanian dan Pangan hanya mendapat alokasi anggaran yang hanya dapat digunakan untuk membangun tiga titik JUT.
"Pagu anggaran sudah ditetapkan berdasar prioritas, sementara JUT pada 2024 saja hanya mendapat tiga. Pembangunan JUT menyesuaikan APBD," katanya.
Kirmi mengatakan APBD 2024 terserap untuk kepentingan nasional salah satunya penyelenggaraan pemilihan umum 2024.
Pembangunan JUT tersebut menggunakan APBD. Dua tahun terakhir memang pakai APBD. Tapi, JUT juga bisa dibangun menggunakan APBKal, serta dana padat karya milik Disnakertrans.
"Alokasi anggaran di Dinas Pertanian dan Pangan cukup terbatas. Namun, pembangunan JUT bisa diakses melalui anggaran padat karya dan dana desa," katanya.
Lebih jauh, Kirmi menjelaskan bahwa pembangunan JUT dengan sistem cor blok juga memunculkan permasalahan lain yaitu alih fungsi lahan pertanian untuk pendirian bangunan.
"Kami juga mengkhawatirkan warga akan membangun pemukiman/usaha ekonomi di sekitar jalan tersebut. Hal inilah yang harus kami antisipasi," lanjutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono mengatakan JUT juga dapat mendukung ketahanan pangan wilayah. Petani mudah membawa pupuk ke sawah.
"JUT juga dalam rangka mendukung ketahanan pangan lokal. Semakin mudah akses pertanian, produktivitas pertanian meningkat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Harga sapi di Gunungkidul naik hingga Rp3 juta jelang Iduladha 2026. Bupati Endah pastikan stok aman dan awasi kesehatan hewan kurban.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen