7 Siswa Sleman Resmi Masuk Sekolah Rakyat MA 20, Tunggu Pindah Asrama
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
Para buruh tani di Dusun Klajuran, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan memanen padi. /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi II DPRD Kabupaten Kulonprogo yang membidangi perekonomian mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan anggaran guna pembangunan pendukung infrastruktur pertanian.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso mengatakan pembangunan pendukung infrastruktur pertanian sangat penting dilakukan. “Selama ini masih ada akses menuju lahan pertanian yang tidak layak dilewati. Itu kan tidak memperlancar ketika bertani dan membawa hasil pertanian,” kata Priyo ditemui di kantornya pada Senin (17/4/2023).
BACA JUGA : Kembangkan Koro Benguk, Kulonprogo Buka Lahan 20 Hektar
Priyo menambahkan petani juga masih sering mengalami kesulitan ketersediaan air bersih ketika masuk musim kemarau. Pengairan yang baik tentu membantu petani dalam mengembangkan tanaman mereka. Karena itu Priyo meminta kepada Pemda agar drainase pertanian dibangun lebih masif.
“Air kan kemudian bisa masuk tanpa hambatan ke lahan-lahan pertanian. Sebenarnya tidak hanya itu, di kawasan krisis air juga kami minta untuk dibangun sumur bor. Teknologi juga penting untuk menarik air ke lahan-lahan itu,” katanya.
Selain sebagai sumber air bagi masyarakat, sumur bor tersebut dapat mengairi lahan-lahan pertanian apabila terdapat kendala pada sumber air lain. Lahan-lahan kritis tersebut pun juga dapa dikelola dengan cara lain.
Lahan-lahan produktif di Kabupaten Kulonprogo telah banyak berkurang seperti mega proyek Bandara Internasional Yogyakarta dan Tol Jogja-YIA. Dengan begitu, lahan krisis harus dikelola dengan maksimal seperit dijadikan area persawahan baru.
Ia mendorong agar DPP mengakses Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Dana Keistimewaan (Danais). “Anggaran Pemda kan masih minim. Oleh karena itu, harus ada akses pendanaan lain baik dari pusat maupun provinsi. Terkait pengadaan sumur bor dari anggaran daerah saja baru sekitar Rp10 juta,” ucapnya.
Tidak hanya terkait sumber pendanaan, Komisi II meminta agar DPP memetakan lahan-lahan krisis yang dapat dikembangkan untuk cetak sawah baru. Apabila sudah dikembangkan, maka nilai tanah tersebut akan naik, kata Priyo.
Sub Koordinator Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi mengatakan jawatannya segera mencetak sawah baru seluas 35 hektar di sembilan titik seperti di Pengasih dengan empat titik, lalu Samigaluh dua titik, Kalibawang satu titik, Sentolo satu titik, Lendah satu titik.
BACA JUGA : Dinas Pertanian Kulonprogo Gelar Outbreak Investigation
“Kami sudah membuat rancang bangun cetak sawah baru itu. Nah, nanti yang membuka lahan itu kelompok tani yang bersangkutan. Cetak sawah baru itu kami lakukan di lahan-lahan kritis atau marginal,” katanya.
Kirmi menambahkan DPP memiliki target cetak sawah baru seluas 350 hektar. Sampai saat ini, sudah ada 305 hektar sawah baru yang tercetak. Dengan demikian masih ada 10 hektar yang akan dicetak tahun 2024.
Total APBD yang digunakan untuk cetak sawah baru tahun 2023 mencapai Rp525 juta dengan estimasi alokasi anggaran per hektar Rp15 juta.
Lebih jauh, Kirmi menjelaskan DPP akan mengakses danais untuk membiayai pembangunan jaringan irigasi tersier di Kaliagung, Sentolo. Pembangunan tersebut akan dilakukan pada Mei 2023.
Senada dengan Priyo Santoso, Kirmi menegaskan bahwa lahan produktif di Kabupaten Kulonprogo cukup banyak berkurang akibat pembangunan megaproyek seperti Bandara Internasional Yogyakarta dan Tol Jogja-YIA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.
Pedagang Beringharjo Khawatir Full Pedestrian Tekan Penjualan, Minta Sosialisasi Kantong Parkir Diperkuat
Rumah pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul digeledah. Polisi temukan emas dan uang Rp476 miliar. Ini fakta lengkap dan penjelasannya.