Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
lustrasi demam berdarah./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul masih landai. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aedes aegepty ini.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan tidak ada lonjakan kasus penyebaran DBD. Hal ini terlihat dari jumlah kasus pada Juni masih nol kasus.
Adapun total sejak awal tahun hingga sekarang tercatat ada warga yang terjangkit DBD sebanyak 56 kasus. “Tahun lalu ada 449 kasus warga terkena DBD,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Jumat (16/6/2023).
BACA JUGA: Awas! Peningkatan Suhu Perbesar Potensi Kasus Demam Berdarah
Meski relatif terkendali, dia meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit ini. Cara penanggulangannya, Dewi mengakui masyarakat sudah mengetahuinya dengan melakukan 3M plus, yakni menguras, menutup tempat-tempat wadah air, serta mengubur barang-barang yang berpotensi timbulnya genangan air.
Selain itu, juga melakukan penaburan bubuk abate hingga penggunaan obat atau anti nyamuk guna mengurangi potensi serangan. Untuk lebih maksimal, ia meminta warga terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Dengan kondisi tubuh yang sehat, maka potensi terserang penyakit bisa ditekan,” katanya.
Disinggung mengenai potensi kenaikan kasus DBD di musim kemarau, Dewi mengakui hingga sekarang belum terlihat. Hanya saja, ia tidak menampik potensi tersebut tetap ada, tapi untuk jumlahnya tak seperti saat musim hujan.
“Nyamuk berkembangbiak menggunakan media air. Jadi, puncak penularan terjadi saat penghujang. Untuk kemarau memang tetap ada sehingga kami meminta kepada masyarakat mewaspadai dengan langkah-langkah pencegahan yang terus disosialisasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Survei 2026 menunjukkan milenial dan Gen Z memprioritaskan traveling, pengalaman lokal, kuliner khas, dan fleksibilitas kerja.
Pangkalan Udara Kadena di Jepang melarang kendaraan BYD masuk karena kekhawatiran risiko keamanan terhadap instalasi militer AS.
Ketua DPRD Kota Jogja membuka Turnamen Pingpong Cup 2026 di Pakuncen, Wirobrajan, untuk mendorong prestasi atlet dan budaya hidup sehat.
Hujan kembali mengguyur Bantul setelah kemarau panjang, tetapi BPBD masih menyalurkan air bersih karena sumur warga belum pulih.
Lazio membidik kemenangan keempat beruntun saat menjamu Parma di Serie A. Gattuso mengincar puncak, sedangkan Gilardino memburu poin.