Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
lustrasi demam berdarah./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul masih landai. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aedes aegepty ini.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan tidak ada lonjakan kasus penyebaran DBD. Hal ini terlihat dari jumlah kasus pada Juni masih nol kasus.
Adapun total sejak awal tahun hingga sekarang tercatat ada warga yang terjangkit DBD sebanyak 56 kasus. “Tahun lalu ada 449 kasus warga terkena DBD,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Jumat (16/6/2023).
BACA JUGA: Awas! Peningkatan Suhu Perbesar Potensi Kasus Demam Berdarah
Meski relatif terkendali, dia meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit ini. Cara penanggulangannya, Dewi mengakui masyarakat sudah mengetahuinya dengan melakukan 3M plus, yakni menguras, menutup tempat-tempat wadah air, serta mengubur barang-barang yang berpotensi timbulnya genangan air.
Selain itu, juga melakukan penaburan bubuk abate hingga penggunaan obat atau anti nyamuk guna mengurangi potensi serangan. Untuk lebih maksimal, ia meminta warga terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Dengan kondisi tubuh yang sehat, maka potensi terserang penyakit bisa ditekan,” katanya.
Disinggung mengenai potensi kenaikan kasus DBD di musim kemarau, Dewi mengakui hingga sekarang belum terlihat. Hanya saja, ia tidak menampik potensi tersebut tetap ada, tapi untuk jumlahnya tak seperti saat musim hujan.
“Nyamuk berkembangbiak menggunakan media air. Jadi, puncak penularan terjadi saat penghujang. Untuk kemarau memang tetap ada sehingga kami meminta kepada masyarakat mewaspadai dengan langkah-langkah pencegahan yang terus disosialisasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.