Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Peningkatan suhu udara yang terjadi akibat perubahan iklim dapat berpengaruh pada meningkatnya potensi demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Riris Andono Ahmad, mengatakan secara teori, peningkatan suhu udara dapat menyebabkan meningkatnya wilayah nyamuk aides aigepti untuk berkembang biak.
“Kalau misalnya umumnya di daerah-daerah tropis, karena pemanasan global dia bisa meluas sampai ke subtropis. Karena suhunya meningkat, dia bisa sampai di daerah yang tinggi yang biasanya suhunya dingin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/6/2023).
Kemudian suhu yang hangat juga dapat mempercepat nyamuk untuk tumbuh dewasa dan berkembang biak. “Hal itu yang menyebabkan risiko DBD itu menjadi lebih besar. Jadi berpengaruh suhu udara tinggi terhadap potensi DBD,” kata dia.
BACA JUGA: Nyamuk DBD Lebih Ganas saat Kemarau, Ini Saran Dinkes Kulonprogo
Untuk mengantisipasi DBD ini, Pemda DIY bersama UGM telah melaksanakan World Mosquito Program (WMP) di wilayah Sleman, Kota Jogja dan Bantul.
Program ini merupakan pencegahan penyebaran penyakit DBD dengan cara pelepasan nyamuk Wolbachia, nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia, yang memiliki peran untuk menghambat kehidupan dari virus dengue dalam nyamuk Aedes aegypty.
Saat ini program tersebut telah selesai dilaksanakan dan menurutnya hasilnya sangat positif dengan terlihatnya pengurangan kasus dengue. “Secara umum kejadian dengue-nya turun. Kemudian menurut Dinas Kesehatan, pemintaan untuk fogging juga semakin kecil,” ungkapnya.
Meski demikian masyarakat tetap diimbau untuk mengantisipasi penularan DBD dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan. “Karena nyamuk kan tidak hanya menyebarkan DBD, juga menyebabkan ketidaknyamanan. Menjaga kebersihan. Harus menjadi kebiasaan kita,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek SIM Keliling, SIMMADE, SIMPITU, hingga layanan malam.
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Jadwal KA Bandara YIA 3 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA–Jogja dan Jogja–YIA dari pagi hingga malam.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 3 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 3 September 2026 mulai 05.00 hingga 20.42 WIB. Cek waktu kedatangan di setiap stasiun.