Advertisement

Awas! Peningkatan Suhu Perbesar Potensi Kasus Demam Berdarah

Lugas Subarkah
Kamis, 15 Juni 2023 - 19:37 WIB
Arief Junianto
Awas! Peningkatan Suhu Perbesar Potensi Kasus Demam Berdarah Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Peningkatan suhu udara yang terjadi akibat perubahan iklim dapat berpengaruh pada meningkatnya potensi demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Riris Andono Ahmad, mengatakan secara teori, peningkatan suhu udara dapat menyebabkan meningkatnya wilayah nyamuk aides aigepti untuk berkembang biak.

Advertisement

“Kalau misalnya umumnya di daerah-daerah tropis, karena pemanasan global dia bisa meluas sampai ke subtropis. Karena suhunya meningkat, dia bisa sampai di daerah yang tinggi yang biasanya suhunya dingin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/6/2023).

Kemudian suhu yang hangat juga dapat mempercepat nyamuk untuk tumbuh dewasa dan berkembang biak. “Hal itu yang menyebabkan risiko DBD itu menjadi lebih besar. Jadi berpengaruh suhu udara tinggi terhadap potensi DBD,” kata dia.

BACA JUGA: Nyamuk DBD Lebih Ganas saat Kemarau, Ini Saran Dinkes Kulonprogo

Untuk mengantisipasi DBD ini, Pemda DIY bersama UGM telah melaksanakan World Mosquito Program (WMP) di wilayah Sleman, Kota Jogja dan Bantul.

Program ini merupakan pencegahan penyebaran penyakit DBD dengan cara pelepasan nyamuk Wolbachia, nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia, yang memiliki peran untuk menghambat kehidupan dari virus dengue dalam nyamuk Aedes aegypty.

Saat ini program tersebut telah selesai dilaksanakan dan menurutnya hasilnya sangat positif dengan terlihatnya pengurangan kasus dengue. “Secara umum kejadian dengue-nya turun. Kemudian menurut Dinas Kesehatan, pemintaan untuk fogging juga semakin kecil,” ungkapnya.

Meski demikian masyarakat tetap diimbau untuk mengantisipasi penularan DBD dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan. “Karena nyamuk kan tidak hanya menyebarkan DBD, juga menyebabkan ketidaknyamanan. Menjaga kebersihan. Harus menjadi kebiasaan kita,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

SEJARAH HARI INI: Pemberontakan PKI Madiun 1948, Catatan Ironi Soe Hok Gie tentang Sukarno dan Musso

News
| Sabtu, 30 September 2023, 15:47 WIB

Advertisement

alt

Unik, Taman Sains Ini Punya Gedung Seperti Pesawat Ruang Angkasa

Wisata
| Sabtu, 30 September 2023, 17:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement