Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja per Mei 2023 hanya 36 kasus. Dibanding pada 2016 silam, di mana DBD menjadi Kejadian Luar Biasa di Jogja dengan 1.690 kasus, penanganan DBD membaik sejak pengembangbiakan nyamuk Wolbachia pada 2017 lalu.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyebut nyamuk Wolbachia mampu menekan 77% jumlah kasus DBD di wilayahnya. Selain menekan jumlah kasus, nyamuk baik ini juga menekan penderitanya untuk tidak rawat inap sebanyak 86%.
Keunggulan Wolbachia telah diuji Dinkes DIY bersama UGM. “Dulu di awal itu penyebaran nyamuk wolbachia hanya di beberapa kemantren saja, lalu kemantren lain dijadikan pembanding apakah efektif mengatasi DBD. Hasilnya sangat efektif sekali,” kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jogja Endang Sri Rahayu, Jumat (16/6/2023).
Endang menyebut populasi nyamuk Wolbachia yang menekan kasus DBD sudah merata di seluruh Kota Jogja. “Monitoring terakhir 2022 kemarin, populasinya sudah stabil sekitar 90 persen. Jadi kami terbantu sekali untuk mencegah DBD dengan model Wolbachia ini,” ujarnya.
BACA JUGA: 12 Tahun Penelitian Wolbachia Digelar di Jogja, Ini Pengaruhnya Pada Kasus DBD
Nyamuk baik ini, jelas Endang, akan berkembang biak secara mandiri seperti nyamuk pada umumnya. “Kami hanya tinggal monitoring saja, karena proyek Wolbachia juga sudah berakhir,” jelasnya.
Endang menjelaskan penanganan DBD di Kota Jogja tak hanya mengandalkan Wolbachia saja. “Program lain juga terus kami lakukan, artinya wolbachia ini tidak menggugurkan kewajiban program lain. Sekarang kami juga tengah mewaspadai kemarau El Nino yang dapat meningkatkan kasus DBD,” terangnya.
Program penanganan lain DBDB, menurut Endang, yang terus dilakukan adalah program satu rumah satu jumantik, fogging atau pengasapan, hingga penerapan pola hidup sehat lainnya.
“Per 2023 ini baru tujuh kali fogging, terhitung sedikit, kami juga selalu sosialisasikan jumantik, dan penggunaan instalasi air berkeran agar tidak ada genangan untuk nyamuk,” terangnya.
Soal kewaspadaan DBD, lanjut Endang, Dinkes Kota Jogja sudah koordinasi dengan puskesmas-puskesmas di wilayahnya. “Kami juga turut mewaspadai peningkatan DBD ini, selain mengandalkan wolbachia program lain juga dijalankan. Sehingga kami himbau masyarakat juga turut mengikuti program yang ada dari jumantik sampai pola hidup sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.