Pertanggungjawaban APBD Jateng 2025 Disetujui
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Bregada Rakyat Maliboro berjaga di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (17/6/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
JOGJA—Bregada Rakyat Malioboro selalu berjaga di sepanjang Jalan Malioboro setiap akhir pekan. Kehadirannya dimaksudkan untuk menyampaikan informasi soal pariwisata dan kebudayaan di DIY kepada wisatawan di sepanjang Jalan Malioboro.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Kurniawan menyampaikan DIY sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan memiliki daya tarik dalam bidang kebudayaan.
Dengan daya tarik tersebut, Dispar DIY berusaha menampilkan Bregada Rakyat Malioboro untuk dapat menarik minat wisatawan mengenal lebih jauh terkait potensi pariwisata lain yang ada di DIY.
“Bregada Rakyat Malioboro ini menjadi daya tarik tambahan untuk pariwisata DIY. Pariwisata DIY selama ini berbasis budaya, sehingga unsur Bregada Rakyat Malioboro ini dilibatkan untuk menampilkan budaya khas Jogja,” katanya, Minggu (18/6/2023).
Menurut Kurniawan, sepanjang Jalan Malioboro menjadi titik sentral bagi pariwisata DIY. Di sana banyak wisatawan dari berbagai daerah baik lokal maupun mancanegara.
Itulah sebabnya, menempatkan Bregada Rakyat Malioboro di kawasan tersebut menjadi salah satu kunci untuk dapat mengenalkan pariwisata DIY kepada wisatawan secara meluas.
Dia menyampaikan anggota Bregada Rakyat Malioboro berasal dari warga sejumlah kampung wisata di sekitar Kawasan Malioboro, antara lain Bregada Saeko Kapti dari Kampung Sosrowijayan, Bregada Wirososro dari Kampung Sosromenduran, Bregodo Rekso Winongo dari Kampung Ngampilan, Bregada Suryatmajan dari Kampung Suryatmajan.
Menurut Kurniawan, setiap kampung wisata tersebut memiliki potensi wisatanya masing-masing. Dia pun berharap keberadaan Bregada Rakyat Malioboro diharapkan dapat mengenalkan potensi wisata kampung wisatanya masing-masing kepada wisatawan. “Bregada Rakyat Malioboro ini diharapkan dapat mendukung promosi pariwisata di sekitar Kawasan Malioboro,” imbuhnya.
Dia berharap keberdayaan Bregada Rakyat Malioboro dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga keberadaannya dapat menjadi pendukung pariwisata di DIY.
Dia juga berharap keberadaan Bregada Rakyat Malioboro kedepannya dapat lebih rutin, bukan hanya saat akhir pekan, tetapi juga dalam hari libur nasional. Sehingga dampak keberadaan Bregada Rakyat Malioboro dapat lebih terasa bagi perkembangan pariwisata DIY serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.
DPRD DIY mendesak perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal Sleman. Jalan rusak sepanjang 1 km menghambat bus wisata masuk lokasi.