Budi Asrori Resmi Jadi Sekda Kota Jogja, Hasto Beri Tugas Khusus
Budi Asrori resmi dilantik menjadi Sekda Kota Jogja. Wali Kota Hasto Wardoyo meminta mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Kepala Biro Tapem Setda DIY, KPH Yudanegara (kiri) dalam perjanjian kerja sama pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) melalui Pemberian Insentif Bagi Anak Pemegang KIA di DIY, Jumat (23/6/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Capaian kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di DIY cukup tinggi. Berdasarkan data Bagian Bina Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Biro Tapem Setda DIY, per 15 Juni 2023, jumlah kepemilikan KIA di DIY mencapai 679.117 anak atau 82,40% dari total jumlah anak sebagai sasaran KIA di DIY.
Hal tersebut tercapai karena upaya Bagian Bina Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Biro Tapem Setda DIY bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota di DIY untuk menarik minat pendaftar KIA. Salah satunya melalui pemberian insentif bagi pemegang KIA.
Kepala Biro Tapem Setda DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara menyampaikan KIA sebagai bukti identitas resmi untuk anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya KTP untuk orang dewasa pada umumnya.
Program ini menurut KPH Yudanegara telah berlaku sejak adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.2/2016 tentang KIA.
Menurutnya sebagai upaya untuk meningkatkan minat orang tua mendaftarkan anak-anaknya yang berusia di bawah 17 tahun atau yang belum memiliki KTP elektronik untuk memiliki KIA, pemberian insentif bagi pemegang KIA dilakukan.
Pemberian insentif tersebut diatur dalam Pergub DIY No 56/2017 tentang Peraturan Pelaksana Perda DIY No. 9/2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan KIA. “Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa Pemda melakukan kerja sama dengan penyelenggara pelayanan publik untuk memberikan insentif anak kepada pemegang KIA, dan kerja sama dengan penyelenggara pelayanan publik untuk memberikan insentif anak kepada pemegang KIA tersebut diatur dalam perjanjian kerja sama,” katanya dalam penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) melalui Pemberian Insentif Bagi Anak Pemegang KIA di DIY, di Unit II Biro Tapem Setda DIY, Jumat (23/6/2023).
BACA JUGA: Ini Jadwal Pelayanan Perekaman KTP dan Penerbitan KIA bagi Siswa SLB di Gunungkidul
Dia pun berharap kesadaran orang tua agar anaknya memiliki KIA dapat terus meningkatkan di kemudian hari. “Dengan adanya insentif diharapkan dapat orang tua semakin sadar pentingnya KIA bagi anak-anaknya,” katanya.
Kepala Bagian Bina Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Biro Tapem Setda DIY, Rokhani Yulianti menyampaikan KIA sebagai kartu identitas untuk anak-anak yang belum memiliki KTP elektronik memiliki sejumlah manfaat.
“Anak-anak yang memiliki KIA kan belum diwajibkan melakukan rekam sidik jari, tapi mereka sudah terdaftar di sistem informasi kependudukan atau SIAK, itu akan terintegrasi dengan pelayanan publik lainnya. Dengan memiliki KIA, data kependudukan menjadi lebih akurat, selain anak-anak punya akta kelahiran, karena KIA diterbitkan setelah anak-anak memiliki kartu kelahiran,” katanya.
Selain itu, menurutnya KIA juga bermanfaat sebagai pelengkap persyaratan pendaftaran sekolah, pelengkap persyaratan transaksi perbankan bagi anak, pendaftaran pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu, menurutnya KIA tersebut juga dapat menjadi dokumen pelengkap pendaftaran keimigrasian, dan mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang berlaku
Menurut Rokhani, tingginya capaian kepemilikan KIA di DIY didapatkan atas upaya Biro Tapem Setda DIY bersama dengan Disdukcapil di kabupaten/kota di DIY untuk melakukan sosialisasi, kerja sama dengan stakeholder terkait, serta upaya jemput bola yang dilakukan kepada sasaran KIA di DIY.
Selama ini menurut Rokhani, dukcapil kabupaten/kota melakukan kerja sama juga dengan beberapa rumah sakit untuk mengintegrasikan pelayanannya dengan menyediakan pengurusan kartu kelahiran serta KIA sekaligus. Selain itu ada pula pelayanan pembuatan KIA di sejumlah sekolah. Menurut Rokhani, ada pula pelayanan pembuatan KIA bagi anak-anak yang ada di sejumlah panti asuhan serta bagi anak-anak inklusi pun telah dilakukan. “Capaian itu karena kerjasama dengan dukcapil kabupaten/kota di DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budi Asrori resmi dilantik menjadi Sekda Kota Jogja. Wali Kota Hasto Wardoyo meminta mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.