Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 41 orang yang sedang bekerja bakti menyambut Iduladha di Karangtengah, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping mengalami keracunan. Dari 41 orang itu, empat orang dalam kondisi lumayan parah dan harus dibawa ke rumah sakit, sedangkan sisanya dirawat di Puskesmas Gamping 2
Keracunan massal itu berawal ketika warga tengah kerja bakti untuk mempersiapkan Iduladha, Minggu (25/6/2023) pagi. Sekitar pukul 11.00 WIB, warga yang berjumlah sekitar 60 orang itu memakan gulai kambing dan minum teh manis. Sekitar 30 menit kemudian beberapa warga mengalami gejala keracunan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati menjelaskan dari 60 orang yang makan hidangan itu, ada sebanyak 41 orang yang mengalami gejala keracunan, berupa mual, muntah, pusing dan diare.
BACA JUGA: Puluhan Siswa SD di Bantul Keracunan Usai Santap Makanan di Sekolah
Dari 41 orang yang mengalami gejala keracunan, empat di antaranya dilarikan ke dua rumah sakit yang berbeda, dua ke RS Queen Lathifa dan dua orang ke RSA UGM. “Warga yang di RS Queen Lathifa, satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang, satunya masih diobservasi,” katanya, Senin (26/6/2023).
Dalam kejadian ini, Dinas Kesehatan Sleman mengambil sample makanan berupa nasi dan gulai kambing untuk mencari tahu penyebab keracunan. “Malamnya pukul 19.22 WIB sample sudah dikirimkan ke BLKK [Balai Laboratorium Kesehatan Dan Kalibrasi],” ungkapnya.
Gulai kambing yang disajikan berasal dari salah satu keluarga yang menyiapkan untuk kerja bakti tersebut. “Sebelumnya di keluarga tersebut pernah mengalami diare, empat kali kejadian. Sehingga diperlukan pemeriksaan air bersih dan air minum yang digunakan untuk proses memasak,” katanya.
Kapolsek Gamping, Kompol Surahman menuturkan selain keempat orang yang dirawat di rumah sakit, 37 orang lainnya yang juga mengalami gejala keracunan diperiksa dan diobati di Puskesmas Gamping 2, yang membuka posko pengobatan.
Para korban keracunan dalam kejadian ini menurutnya saat ini kondisinya sudah membaik.
Dia mengimbau masyarakat jika hendak menyajikan makanan bagi orang banyak harus lebih waspada memperhatikan keamanan bahan-bahan yang digunakan. “Bumbu dan juga hewan yang akan disembelih apakah layak konsumsi atau tidak. Termasuk air, apakah tercemar atau tidak. Harapannya, masyarakat yang memiliki hajat melakukan pemeriksaan bahan makanan dengan baik sebelum disajikan ke masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.