PSS Tiga Kali Kalah, Pieter Huistra Buka Suara soal Masa Depannya
PSS Sleman kalah tiga kali beruntun di Super League 2026/2027. Pieter Huistra buka suara soal masa depannya di kursi pelatih.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Sleman belum sepenuhnya terpenuhi, terutama untuk jenis sapi dan domba. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman bersama DIY turun langsung melakukan pemantauan stok, harga, serta kesehatan ternak di kandang kelompok dan Pasar Hewan Ambarketawang, Selasa (5/5/2026).
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan ketersediaan sapi saat ini masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat. Data terbaru menunjukkan stok sapi sekitar 3.854 ekor, sementara kebutuhan mencapai 9.235 ekor. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 5.381 ekor.
“Kita masih memantau, karena biasanya masyarakat juga membeli dari pasar tiban atau pedagang di pinggir jalan,” ujar Danang.
Untuk jenis kambing, kondisi justru surplus. Stok kambing mencapai 4.002 ekor dari kebutuhan 3.050 ekor, sehingga terdapat kelebihan sekitar 952 ekor. Sementara itu, stok domba juga masih defisit cukup besar, yakni 7.811 ekor dari kebutuhan 15.750 ekor, atau kurang sekitar 7.939 ekor.
Meski terjadi kekurangan, Danang optimistis kebutuhan kurban tetap bisa dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah. Ia menyebut, distribusi ternak dari wilayah lain menjadi solusi untuk menutup kekurangan yang ada di Sleman.
Selain stok, harga ternak juga mengalami kenaikan. Harga sapi dilaporkan naik sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak memberatkan masyarakat.
“Walaupun ada kenaikan, masih terjangkau dan masyarakat tetap bisa melaksanakan kurban,” katanya.
Dari sisi kesehatan, pemerintah memastikan pengawasan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ternak. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman rutin melakukan vaksinasi serta pemantauan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan vaksinasi antraks difokuskan di wilayah perbatasan, seperti di Gayamharjo dan Sambirejo, Prambanan.
“Untuk PMK, kasusnya sudah menurun signifikan, hanya satu sampai dua ekor per bulan. Vaksinasi tetap dilakukan setiap enam bulan,” jelasnya.
Selain itu, pengawasan di pasar hewan juga diperketat. Setiap kendaraan pengangkut ternak wajib melalui proses disinfeksi (dipping), serta dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hewan masuk pasar.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Dengan pengawasan ketat, pasokan tambahan dari luar daerah, serta koordinasi lintas instansi, Pemkab Sleman optimistis kebutuhan hewan kurban tetap dapat terpenuhi menjelang Iduladha, meski saat ini masih terjadi defisit pada beberapa jenis ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah tiga kali beruntun di Super League 2026/2027. Pieter Huistra buka suara soal masa depannya di kursi pelatih.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.
Roberto Mancini gagal membawa Italia menang dalam laga perdananya. Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia di UEFA Nations League.
Debut Zinedine Zidane bersama Prancis berbuah kemenangan 1-0 atas Turki di UEFA Nations League berkat gol Kylian Mbappe.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek tanggal, lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.