Tol Jogja-Solo Punya Gerbang Ikonik Bernuansa Budaya, Ini Lokasinya
Gerbang Tol Trihanggo di Sleman dirancang bernuansa Ratu Boko, diproyeksikan jadi ikon baru tol Jogja-Solo.
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Harianjogja.com, SLEMAN— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman terus menunjukkan jangkauan yang luas dengan total 179.877 penerima manfaat hingga awal Juni 2026. Namun di balik capaian tersebut, puluhan dapur penyedia layanan atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) justru terpaksa menghentikan operasional sementara.
Data per 9 Juni 2026 mencatat terdapat 129 SPPG di Sleman. Dari jumlah tersebut, 94 unit masih aktif beroperasi, sementara 35 lainnya tidak beroperasi karena belum memenuhi persyaratan teknis, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sleman sekaligus Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG, Agung Armawanta, menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi SPPG adalah belum terpenuhinya standar pengelolaan limbah yang ditetapkan pemerintah.
“Sebagian SPPG memang berhenti sementara karena belum memenuhi prasyarat, terutama dalam pengelolaan limbah. Ini menjadi syarat penting sebelum operasional bisa dilanjutkan,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Agung, Dinas Kesehatan Sleman sebelumnya telah melakukan sosialisasi terkait standar IPAL yang wajib dipenuhi oleh setiap SPPG. Namun dalam praktiknya, masih ada dapur MBG yang belum mampu memenuhi ketentuan tersebut.
Selain persoalan IPAL, aspek perizinan juga menjadi tantangan tersendiri. Dari total 129 SPPG, baru 58 yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara 10 SPPG masih dalam proses verifikasi dan 61 lainnya belum mengajukan sertifikasi tersebut.
“Kendala lainnya ada pada aspek tata ruang dan penggunaan sistem OSS. Ketika proses tidak sesuai prosedur digital, ini bisa menghambat penerbitan izin,” jelasnya.
Tak hanya itu, beberapa SPPG juga dilaporkan berhenti beroperasi karena persoalan administrasi pendanaan. Proses pencairan dana yang belum lengkap atau terlambat menjadi faktor penghambat operasional.
“Biasanya karena administrasi belum tuntas. Misalnya pengajuan terlambat atau dokumen belum lengkap saat diverifikasi. Tapi ini sifatnya sementara,” tambah Agung.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Pemkab Sleman memastikan program MBG tetap berjalan dan terus diperbaiki. Evaluasi akan dilakukan, terutama terkait standar IPAL dan kelengkapan administrasi, agar seluruh SPPG dapat kembali beroperasi secara optimal.
Dari total penerima manfaat, siswa sekolah dasar (SD) mendominasi dengan 61.839 penerima. Disusul PAUD/TK sebanyak 32.230 anak, SMP 25.963 siswa, dan SMA/SMK sebanyak 24.046 siswa. Selain itu, program ini juga menyasar kelompok rentan seperti 2.620 ibu hamil dan 3.548 ibu menyusui.
Dengan perbaikan yang terus dilakukan, Pemkab Sleman optimistis program MBG dapat berjalan maksimal sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung generasi sehat di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo di Sleman dirancang bernuansa Ratu Boko, diproyeksikan jadi ikon baru tol Jogja-Solo.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.