Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
gempa./Twitter BMKG
Harianjogja.com, JOGJA—Satu orang meninggal dunia dampak gempa bumi yang terjadi di Bantul, Jumat (30/6/2023) malam. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memastikan bahwa korban meninggal dunia karena kaget.
"Ada satu meninggal namun bukan terdampak langsung dari gempa bumi," tegas PLH Kepala Pelaksana BPBD DIY Danang Samsurizal dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (1/7/2023) pagi.
Danang mengatakan berdasarkan laporan tim assesment di lapangan, dilaporkan bahwa warga yang meninggal dunia dikarenakan penyakit jantung dan bukan karena tertimpa puing-puing bangunan. Saat terjadi gempa bumi, yang bersangkutan kaget sampai akhirnya meninggal dunia.
Adapun identitas warga tersebut adalah perempuan berinisial S usia 67 tahun asal Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul.
Baca juga: PVMBG Ungkap Gempa Mag 6,4 Bantul Disebabkan Aktivitas Sesar Aktif, Ini Dampaknya
Diberitakan sebelumnya bahwa kerusakan akibat gempa Bantul tidak hanya terjadi di Bantul tetapi juga Kulonprogo. Jumlah bangunan rusak di Kabupaten Kulonprogo menyusul terjadinya gempa terkini Bantul dengan magnitudo 6,4 terus bertambah.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan setelah adanya laporan empat bangunan di empat kalurahan dan dua travo listrik rusak, BPBD terus menerima laporan lain atas kerusakan yang disebabkan gempa bantul.
“Kami menerima lagi laporan kerusakan rumah. Rekapannya di Brosot ada tembok rumah retak, sementara di Perumahan Persada Giripeni ada empat rumah rusak temboknya milik Pak Yoyok, Timotius, Dedi, dan Wawan,” kata Nahrowi dihubungi pada Jumat (30/6/2023).
Kemudian di Ngipikrejo, Kalibawang, tembok rumah seorang warga bernama Yosi retak dan genting yang ada rontok. Tidak hanya itu, di Panjatan, dinding kamar mandi milik Suraji retak begitupun dinding tembok milik Muhamad Itang yang juga retak.
Di wilayah lain, tembok retak juga terjadi di rumah milik Ristiawan dan Afandi di Banjaroyo, Kalibawang. “Sementara di Panjatan III, rumah kayu milik Bapak Yudi roboh. Kerusakannya termasuk berat,” katanya.
Sisanya, tembok RSU Rizki Amalia Medika rusak dengan keramik yang melapisi pecah dan rontok. Dua lainnya adalah travo listrik yang mengalami konslet akibat gempa Bantul, persisnya di sisi timur Stadion Cangkring dan di Karangwuni, Wates.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.