Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat dari pendataan sementara terdapat satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang melanda Bantul, Jumat (30/6/2023) malam.
“Kejadian gempa bumi tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 7 orang, 1 meninggal dunia disebabkan oleh serangan jantung saat terjadinya gempa bumi dan 6 orang lainnya mengalami luka ringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, Sabtu (1/7/2023).
Agus mengatakan korban gempa bumi yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan dan perawatan oleh PSC 119 Dinas Kesehatan Bantul Bantul, PMI Bantul, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS UII.
“Untuk yang luka-luka satu orang menjalani rawat inap dan lima orang lainnya menjalani rawat jalan,” ujarnya.
Baca juga: Seorang Nenek di Bantul Meninggal Dunia Dampak Gempa Mag 6,4
Agus menjelaskan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 wilayah samudera hindia selatan Jawa, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 6,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,63° LS ;110,08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 Km arah selatan kota Wates, DIY pada kedalaman 67 km. Gempa dirasakan diwilayah Bantul IV MMI.
Berdasarkan analisa BMKG gempa bumi yang terjadi dengan memperhatikan lokasi episenterdan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Puluhan Rumah Rusak
Selain memakan korban jiwa, kejadian gempa bumi tersebut menyebabkan dampak kerusakan bangunan yang tersebar di 12 kapanewon yang ada di Bantul yakni kapanewon Bambanglipuro, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, dan Sanden.
“Total dampak sementara 35 lokasi, dengan rincian, kapanewon Bambanglipuro satu lokasi, Dlingo dua Lokasi, Imogiri tiga lokasi, Jetis satu lokasi, Kasihan lokasi lokasi, Kretek lima lokasi, Pajangan satu lokasi, Pandak satu lokasi, Piyungan satu lokasi, Pleret satu lokasi, Pundong tiga lokasi dan Sanden 14 lokasi,” ujar Agus.
Menurut Agus data tersebut baru yang terekap sampai Sabtu (1/7/2023) pukul 01.00 WIB. Ia mengimbau kepada masyarakat Bantul untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu terkait gempa bumi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. “Pastikan kondisi bangunan sebelum kembali kerumah, serta melaporkan kepada BPBD Kabupaten Bantul, apabila terdapat kerusakan pada bangunan tempat tinggalnya, melalui nomer WhatsApp 02746462100,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.