Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah sekolah di Sleman masuk daftar satuan pendidikan yang perlu direhabilitasi lantaran usia bangunannya yang telah tua. Rata-rata bangunan yang masuk daftar rehab mengalami kerusakan di bagian atap.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengaku telah mengecek keamanan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah. Pengecekan tidak hanya dilakukan di sekolah yang berpotensi terdampak akibat gempa, tetapi juga mencakup sekolah-sekolah yang membutuhkan rehab.
"Kami kan punya tim dari seksi sarpras masing-masing bidang untuk datang ke sekolah, tidak hanya yang akibat gempa mungkin sekolah-sekolah yang butuh rehab itu harus betul-betul dikunjungi, dilihat skala prioritasnya seperti apa. Itu yang menjadi skala prioritas untuk rehab," ungkapnya pada Senin (3/7/2023).
Secara garis besar, Ery menyebutkan memang ada sejumlah sekolah yang masuk daftar perlu direhab. Rata-rata sekolah yang masuk daftar rehab ini merupakan sekolah dengan usia bangunan yang cukup tua. Mayoritas sama, mengalami masalah atau kerusakan pada bagian atap sekolah. "Karena bangunan tua, mungkin perlu di tengah, rata-rata itu. Rata-rata di atapnya," tegasnya.
BACA JUGA: Terdampak Gempa Bumi, Atap Dapur Rumah di Sendangsari Sleman Ambruk
Kendati demikian Ery mengakui bila anggaran untuk rehabilitasi bangunan sekolah terbatas. "Detailnya saya enggak hafal [alokasi anggaran], tapi insyallah sekolah-sekolah yang harus diprioritaskan direhab sudah masuk daftar semua," tuturnya.
Di sisi lain Ery menjelaskan bahwa sampai saat ini hanya SMP Muhammadiyah II Gamping yang tercatat mengalami kerusakan bangunan pascagempa Bantul. Hingga kini Ery belum mendapati sekolah lainnya di Sleman yang mengalami kerusakan pasca gempa.
"Tidak ada [laporan]. Kami sudah meminta informasi ke korwil maupun ke grup kepala sekolah sampai detik ini tidak ada yang melaporkan. Mudah-mudahan enggak ada," tegasnya.
Terkait dengan kondisi SMP Muhammadiyah II Gamping, Ery mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi terbilang ringan. Tidak ada kerusakan yang berarti.
"Dari BPBD kami dapat informasi bahwa akibat gempa SMP Muhammadiyah II Gamping itu hanya rusak ringan beberapa genting melorot saja dan tidak ada kerusakan yang berarti. Masih bisa digunakan untuk KBM [kegiatan belajar dan mengajar]," ujarnya.
Saat ini sekolah tengah memasuki masa liburan. Kendati demikian Ery menegaskan nantinya tidak ada masalah saat para siswa kembali beraktivitas di sekolah tersebut. "Kebetulan kan liburan ini. Jadi nanti aktivitas setelah masuk enggak ada masalah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.