Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ubur-ubur di Pantai Parangtritis./Solopos-Instagram sarparangtritis_
Harianogja.com, BANTUL—Wisatawan diminta berhati-hati saat bermain air di kawasan pantai selatan Bantul. Pasalnya saat ini suhu udara dingin yang menyebabkan ubur-ubur terbawa angin ke tepi pantai dan diperkirakan binatang laut tak bertulang belakang tersebut masih sering ditemukan sampai Agustus mendatang.
Koordinastor SAR Satlimas Wilayah III Parangtritis, Muhammad Arief Nugroho mencatat pada Selasa (4/7/2023) terdapat 20 orang wisatawan yang tersengat ubur-ubur di Pantai Parangtritis.
Sementara pada Sabtu (1/7/2023) ada 15 orang yang tersengat. Sehingga total sudah ada 35 orang yang menjadi korban sengatan hewan dengan nama latin Scyphozoa itu.
BACA JUGA: Ubur-Ubur Mulai Banyak di Laut, Belasan Wisatawan Pantai Parangtritis Tersengat
Mayoritas korban dari serangan ubur-ubur tersebut adalah anak-anak. “Karena anak-anak justeru menganggap ubur-ubur seperti mainan lantaran bentuknya yang lucu dan unik berwarna putih kebiru-biruan seperti gelembung dan jeli,” katanya, Rabu (5/7/2023).
Selain itu, saat ini memang liburan sekolah sehingga banyak anak-anak sekolah yang mengabiskan waktu liburnya di pantai, termasuk Pantai Parangtritis. Ia meminta wisatawan untuk selalu berati-hati dengan tidak menyentuh ubur-ubur saat bermain air.
Sejauh ini Arief mengaku tidak ada korban sengatan ubur-ubur yang sampai dilarikan ke rumah sakit karena petugas dari SAR Satlinmas Wilayah III sudah memiliki obat-obatan hingga tabung oksigen bagi wisatawan yang mengalami sesak nafas akibat menahan sakit.
Menurutnya, sengatan ubur-ubur memang cukup membuat wisatawan kesakitan bahkan tidak jarang sampai sesak nafas karena saking sakitnya. “Namun sampai saat ini masih bisa kita tangani sendiri, tak ada wisatawan yang tersengat sampai dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Lebih lanjut Arief mengatakan ubur-ubur memang sering muncul saat suhu udara dingin seperti sekarang ini. Bahkan diprediksi, ubur-ubur akan tetap ada di kawasan pantai selatan hingga Agustus mendatang. Biasanya ubur-ubur itu terbawa gelombang laut sehingga sampai pinggiran pantai.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi juga meminta wisatawan berhati-hati terhadap serangan ubur-ubur. Menurutnya ubur-ubur tidak hanya ada di Pantai Parangtritis. Namun kemungkinan besar juga ada di sepanjang pantai selatan Bantul.
“Ubur-ubur ini sudah muncul sejak beberapa hari yang lalu di Pantai Parangtritis dan sekitarnya,” katanya. Selain waspada terhadap ubur-ubur, pria yang akrab disapa Ipung ini meminta wisatawan yang bermain air tidak mendekati palung, terlebih posisi palung sering berpindah-pindah akibat arus bawah laut yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Minggu 28 Juni 2026 didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 21 hingga 30 derajat Celsius.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.