Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus dugaan mutilasi di Turi Sleman terus mencuat dan membuat geger masyarakat. Selain potongan tubuh bagian kepala, terbaru juga ditemukan potongan tangan dan kaki di tempat berbeda dengan jarak 3 kilometer dari lokasi temuan bagian kepala.
Lurah Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Sleman Agus Prasetyo menjelaskan penemuan potongan tubuh bagian kepala sekitar pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB di wilayah Gimberan, Merdikorejo. "Penemuan kepala di sekitar sungai krasak, wilayah kami," katanya.
Meski demikian ia belum mengetahui potongan bagian kepala tersebut merupakan korban mutilasi yang sama dengan yang ditemukan di Kelor, Bangunkerto, Turi. Dari TKP Kelor, penemuan kepala berjarak sekitar 5 km ke arah barat. "Sementara kemarin dari info dukuh pasti tidak ada warga kami yang hilang, dari luar daerah kayaknya," ungkapnya.
Selain potongan tubuh bagian kepala, ia juga mendapat informasi penemuan potongan tubuh lainnya yang berada di kalurahan sebelah wilayahnya. "Barusan ditemukan potongan tangan di perbatasan wilayah kami desa lainnya, lalu informasi barusan saja ada penemuan potongan kaki. Jarak dari kepala kemudian tangan dan kaki sekitar 3 kilometer," paparnya.
Kepala dan potongan tubuh lainnya itu ditemukan di tiga sungai yang berbeda. "Kalau yang tangan itu sungai tapi di pinggir jalan raya, Malam ini ceritanya langsung penyisiran besar-besaran. Diteruskan mencari lainnya sekalian," ujarnya.
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, menjelaskan pada Sabtu (15/7/2023), polisi menyisir beberapa lokasi, di antaranya di TKP penemuan potongan tubuh pertama di Kelor, Bangunkerto, Turi dan di sungai Krasak, Gimberan, Merdikorejo, Tempel.
BACA JUGA : Mayat Diduga Korban Mutilasi Ditemukan di Turi Sleman
"Jadi tadi kami ke lokasi ke TKP untuk mencari barang bukti yang belum diamankan oleh tim investigasi, kemudian kedua kami menyusuri untuk mencari potongan tubuh yang lain kita menemukan potongan kepala, terus kemudian kami amankan, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara," ujarnya.
Adapun di TKP pertama dugaan mutilasi Turi Sleman, polisi menemukan tulang yang belum diketahui bagian mana dan sejumlah barang bukti lain seperti kompor, tali, pisau dan sendal yang diduga milik pelaku. Adapun pemeriksaan DNA potongan tubuh yang sudah terkumpul, ia belum memberikan hasilnya. "Senin mungkin," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.