Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Kasus pembunuhan - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus pembunuhan seorang kakek yang merupakan pengusaha kondang Jogja yaitu Morgan Onggowijaya masuk babak baru. Kedua terdakwa yaitu RO, 19, cucu dari Morgan dan teman RO yaitu GA,19, dituntut jaksa dengan hukuman 20 tahun penjara.
Tuntutan tersebut tinggal menunggu putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jogja. Sidang putusan Majelis Hakim sendiri dijadwalkan Kamis (20/7/2023) besok.
Penasihat hukum GA, Hariyanto menyebut tuntutan jaksa tersebut berlebihan. “Seolah-olah ini kasus luar biasa, memang pembunuhan tetapi tidak bisa disamakan dengan pembunuhan lainnya,” katanya, Rabu (19/7/2023).
Hariyanto menyebut kedua terdakwa masih dalam kondisi peralihan dari seorang anak ke orang dewasa, sehingga pemikiran dan emosinya belum terbentuk matang dan stabil. “Mereka ini punya masa depan, kalau mau memberikan efek jera sepertinya tidak dengan 20 tahun penjara juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Terdakwa Pembunuhan Pengusaha Jogja Morgan Onggowijoyo Sampaikan Pembelaan
GA dan RO, menurut Hariyanto, belum memiliki kemampuan berpikir dan mengolah emosi selayaknya orang dewasa. “Mereka menonton film itu masih terbawa suasananya belum benar-benar bisa mengolah dengan baik emosi dan pikirannya,” jelasnya.
Kasus pembunuhan ini, jelas Hariyanti, juga tidak ada saksi mata selain pada terdakwa. “Sementara itu selama persidangan keterangan keduanya saling bertolak belakang, kehadiran langsung kedua terdakwa juga lewat video conference, suit juga menentukan fakta yang terjadi sesungguhnya,” ujar dia.
Padahal kehadiran dua terdakwa ke PN Jogja, lanjut Hariyanto, diperlukan untuk memperjelas praga tindakan keduanya saat kejadian. “Fakta-fakta selain keterangan terdakwa yang saling bertolak belakang ada keterangan forensik dan lainnya yang sifatnya sekunder, semoga Majelis Hakim bijak dan tepat dalam memutuskan perkara nantinya,” ucapnya.
Hariyanto berharap Majelis Hakim tidak mengabulkan tuntutan jaksa dengan hukuman 20 tahun penjaranya. “Kalau 20 tahun itu tidak bijaksana mengingat mereka masih punya masa depan,” katanya.
Keputusan banding terdakwa atas putusan Majelis Hakim, menurut Hariyanto, kemungkinan ada terutama jika tuntutan jaksa dikabulkan. “Tapi nanti lihat saja putusan Hakim dulu,” ujarnya.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada akhir 2022 kemarin, lokasi pembunuhan terjadi di parkiran restoran cepat saji di Jl. Sudirman, Jogja. Pembunuhan terjadi di dalam mobil milik Morgan yang waktu itu diajak cucunya, RO untuk berkeliling Jogja.
Kasus ini terungkap setelah Morgan dibawa ke Rumah Sakit dimana pihak rumah sakit menginformasikannya ke Polresta Jogja bahwa kematian korban tidak wajar. Ketidakwajaran tersebut lantaran tubuh korban terdapat luka, terutama bagian lehernya yang membekas luka jeratan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.