Dua Wakil Sleman Jadi Juara Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Ilustrasi ZoSS./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo menegaskan bahwa Zona Selamat Sekolah (ZoSS) mendesak untuk dibuat menyusul semakin ramainya Kulonprogo.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan bahwa pihaknya telah membahas pembuatan ZoSS dengan Dinas Perhubungan Kulonprogo.
“Kami pernah membahas pembuatan ZoSS dengan Dinas Perhubungan Kulonprogo dan kami akan mendiskusikan lagi lebih detail,” kata Arif dihubungi, Rabu (19/7/2023).
BACA JUGA : Kulonprogo Berlakukan Zona Bina Lingkungan Sekolah
Arif menjelaskan lalu lintas di Kulonprogo sudah sangat padat. Karena itu lah sekolah-sekolah di Bumi Binangun memerlukan ZoSS sebagai upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki utamanya warga sekolah.
“Kulonprogo itu baru punya satu ZoSS. Padahal ada beberapa sekolah kami yang terletak di sepanjang jalan nasional mulai dari SMPN 1 Sentolo, SMPN 2 Pengasih, SMPN 5 Wates, SMPN 3 Wates, SMPN 1 Temon, SMPN 1 dan 2 Nanggulan. Selain itu ada juga beberapa SD [yang terletak di sepanjang jalan nasional],” katanya.
Tidak hanya terkait dengan letak sekolah, Arif menegaskan sebagian pelajar di Kulonprogo juga tinggal di seberang jalan jalan dengan situasi jalan sangat ramai. “Sekolah-sekolah tersebut sangat butuh ZoSS,” ucapnya.
Apabila utamanya melihat kondisi SMPN 1 Nanggulan maka ZoSS tersebut bukan hanya mendesak tapi sudah harus dibuat. Hal tersebut beralasan karena terdapat dua ruang belajar yang terpisah jalan provinsi. Satu ruang berada di sisi Barat dan sisi lain berada di Timur jalan besar.
Ketika monitoring dilakukan oleh Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori, pihaknya mendapat keluhan terkait keberadaan dua ruang belajar tersebut.
“Jalan yang membatasi adalah jalan provinsi Nanggulan - Sentolo yang lalu lintasnya sangat padat. Tentu ini akan sangat berisiko bagi siswa maupun guru,” kata Muhtarom beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Sukirno mengatakan bahwa tidak terdapat program pembuatan ZoSS tahun 2023.
“Dulu pernah ada ZoSS depan MAN 1 Wates. Kami baru mengusulkan depan SMPN 1 Sentolo ke BPTD [Balai Pengelola Transportasi Daerah],” kata Sukirno.
Sukirno menambahkan tidak adanya pembuatan ZoSS dari pihaknya karena tidak adanya anggaran pembuatan. “APBD kabupaten digunakan untuk jalan kabupaten. Dan yang memerlukan ZoSS sebagian besar adalah sekolah-sekolah yang ada di jalan provinsi dan nasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Prabowo mengungkap rencana perubahan nama BNN menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika atau BNPN.
Polsek Sleman mengungkap modus peredaran uang palsu lewat top up uang digital. Pelaku mengaku memakai uang palsu Rp4,5 juta.