Harga Bahan Baku Pigura di Sleman Melonjak, Penjualan Turun
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Ilustrasi Waduk Sermo./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo kesulitan menekan populasi ikan predator Red Devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Sermo. Sampai dengan akhir 2022, setidaknya populasi Red Devil di Waduk Sermo terpantau mencapai 80%.
Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengaku belum memiliki upaya strategis yang dapat digunakan untuk mengurangi populasi Red Devil di Waduk Sermo. “Ada beberapa kemungkinan kenapa populasi Red Devil di Waduk Sermo meningkat. Salah satunya adalah budi daya keramba dengan jenis ikan nila, bisa jadi ada benih Red Devil yang ikut tertebar dan lepas ke perairan waduk. Ikan predator itu lalu berkembang biak dengan sangat cepat,” kata Trenggono, Kamis (20/7/2023).
Namun, saat ini budi daya keramba tersebut sudah dilarang. Hanya saja pelarangan tidak terkait dengan upaya menekan populasi Red Devil tetapi untuk mengembalikan fungsi awal Waduk Sermo. “Fungsi Waduk Sermo sebagai sumber air minum sehingga kondisi waduk harus terjaga,” katanya.
BACA JUGA: Penuh Sampah, Waduk Sermo Dibersihkan
Sampai saat ini kata Trenggono, belum ada teknologi untuk memberantas ikan bernama latin Amphilophus Labiatus tersebut.
Kendati begitu, terdapat cara klasik yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah populasi ikan yang dapat memakan makanan Red Devil seperti bandeng air tawar. Dengan begitu populasi dapat berkurang meski tidak signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Jerman, raih 8 poin dan naik ke peringkat enam klasemen. Balapan sengit di Sachsenring, Veda salip Hakim Danish.
Ilmuwan AI peraih Nobel John Jumper hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic. Eksodus talenta AI semakin memanas di antara raksasa teknologi.
JBBA 2026 menilai keberhasilan organisasi dari aspek ekonomi berkelanjutan, bukan hanya laba dan pertumbuhan bisnis semata.
Komedian Temon Templar meninggal dunia pada usia 59 tahun. Abdel Achrian dan Aldi Taher ungkap duka. Simak profil dan perjalanan kariernya di sini.
JBBA 2026 menilai komitmen nyata organisasi dalam menjaga budaya lokal. Pelestarian budaya tak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial.