Kota Jogja Vaksinasi 350 Ternak untuk Cegah PMK dan Penyakit Menular
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY mengukuhkan Sekretariat Bersama (Sekber) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai upaya untuk mengantisipasi risiko bencana pada anak.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menyampaikan pembentukan Sekber SPAB dilakukan sebagai penyiapan satuan pendidikan terhadap risiko bencana yang dapat terjadi. Menurut Didik, pembentukan Sekber SPAB tahun 2023-2026 sesuai dengan SK Gubernur DIY No.72/2013.
Dalam menjalankan program kegiatannya, menurut Didik, Sekber SPAB DIY telah menyusun Peta Jalan SPAB untuk meminimalisir dampak tahap pra, pasca dan saat bencana. Selain itu, menurut Didik, buku konseptual kebencanaan untuk jenjang SMA/SMK dan SLB juga telah disusun.
“Pembentukan Sekber SPAB di setiap sekolah diharapkan mampu menjawab terkait dengan permasalah yang ada khususnya di satuan pendidikan,” katanya, Minggu (23/7/2023).
BACA JUGA: Tampung Sampah dari Jogja dan Sleman, Pemda DIY Siapkan Lahan SG di Cangkringan
Sedangkan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal menyampaikan penanggulangan bencana merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.
Menurutnya penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah.
Menurutnya pelaksanaannya wajib terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh, dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman risiko dan dampak bencana.
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2022, DIY memiliki Indeks Resiko 119,56 atau berkategori sedang. Mengingat kondisi tersebut, menurut Danang perlu adanya upaya pengurangan risiko bencana secara komprehensif, salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat sampai tingkat paling bawah untuk memahami, mengenali, menyadari, tingkat ancaman bencana di sekitarnya.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu melakukan upaya pencegahan dan menekan risiko ancaman sesedikit mungkin.
“Unsur masyarakat yang dapat dilibatkan sejak usia dini atau sekolah. Pemahaman dan budaya sadar bencana perlu diberikan kepada anak-anak sebagai bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud yang menetapkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai upaya mencegah dan menanggulangi dampak bencana di satuan pendidikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Karhutla di Gunung Bromo belum padam. Luas lahan terbakar mencapai 10 hektare dan tiga jalur wisata masih ditutup.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen penggalangan dana IDA22 Bank Dunia. Simak profil dan perjalanan kariernya.
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
UGM mengajak Paskibraka DIY memahami Merah Putih sebagai simbol memori kolektif, pengorbanan, dan harga diri bangsa Indonesia.
Peneliti Indonesia dan Australia mengembangkan TBScreen.AI untuk membantu skrining tuberkulosis berbasis AI dengan analisis ronsen kurang dari 5 detik.