DPRD DIY Berduka atas Wafatnya Lima Peserta Pelatihan KDMP
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyampaikan duka cita atas wafatnya lima peserta pelatihan KDMP dan meminta evaluasi menyeluruh.
Pembukaan Pasar Kangen 2023 di TBY, Kamis (27/7/2023)./Harian Jogja-Stefanie Yulindriani Ria
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai wadah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, Pasar Kangen 2023 kembali digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pasar Kangen Jogja digelar mulai hari ini 27 Juli hingga 5 Agustus 2023 mendatang.
Kepala TBY, Purwiati menyampaikan sebagai event tahunan penyelenggaraan Pasar Kangen telah membawa dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Dampak perekonomian tersebut menurut Purwiati dirasakan oleh para tenant yang turut berpartisipasi dalam event tersebut, serta warga di sekitar TBY.
Dengan bertajuk Gandeng Gendong, penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja kali ini menurutnya turut merepresentasikan peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam peningkatan perekonomian tersebut.
“Harapan kami ini karena ini memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat utamanya terkait peningkatan ekonomi masyarakat. Harapan kami dengan tema Gandeng Gendong memberdayakan masyarakat bisa bersama-sama bergotong royong untuk pemberdayaan,” katanya di TBY, Kamis (27/7/2023).
Baca juga: Mahasiswa Merapat! Kampus Ini Punya Segudang Beasiswa Fully Funded 4 Tahun loh
Dalam penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja kali ini telah dilakukan seleksi dan kurasi terhadap para tenant yang akan berpartisipasi dalam Pasar Kangen 2023. Dari pendaftar sekitar 1.800 tenant, terpilih 85 tenant kuliner dan 85 tenant kerajinan tradisional.
“Harapan kami dengan proses seleksi yang sangat luar biasa ini, kita telah menyeleksi dengan maksimal,” katanya.
Dia pun berharap dengan produk makanan dan kerajinan tradisional yang dipasarkan tersebut dapat turut melestarikan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.
“[Pasar Kangen] Dalam rangka ketahanan pangan juga, kemunculan makanan kekinian sudah sangat berbeda dengan zaman dahulu, sehingga dapat mengobati cita rasa masyarakat mengenai pangan lokal, sekaligus menjadi tempat edukasi bagi masyarakat,” katanya.
Koordinator Pasar Kangen Jogja, Ong Hari Wahyu menyampaikan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengunjungi Pasar Kangen. Tahun lalu menurut Ong setiap harinya event tersebut dapat mendatangkan sekitar 5.000 pengunjung.
Tingginya jumlah pengunjung Pasar Kangen Jogja tersebut pun membuat omzet tenant yang berjualan disana cukup tinggi. “Pasar kangen untuk ruang kreatif penciptaan. Masyarakat yang mau mengkonsumsi juga peduli pada kebudayaan kita,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyampaikan duka cita atas wafatnya lima peserta pelatihan KDMP dan meminta evaluasi menyeluruh.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.
KPK mengungkap dugaan suap jabatan Sekda Kuansing, Bupati disebut meminta mobil mewah senilai Rp2,05 miliar.
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Terdakwa TPPU Andhi Nur Huda mengaku ada permintaan dana Rp21,5 miliar untuk Pilpres dalam sidang di Tipikor Semarang.