RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi perbaikan jalan./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul akan menggenjot pembangunan infrastruktur selama dua tahun ke depan, terutama infrastruktur jalan di perdesaaan. Harapannya dengan perbaikan infrastruktur tersebut dapat memudahkan akses transportasi barang dan jasa sehingga dapat menggeliatkan perekonomian.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan selama tiga tahun terakhir pembangunan infrastruktur sempat terhambat karena adanya pandemi Covid-19. Karena banyak anggaran yang dialokasikan untuk penanganan pandemi. Tahun ini hingga tahun depan merupakan momentum untuk pembangunan infrastruktur
Dia yakin upaya yang dilakukan mampu mengangkat perekonomian masyarakat dari tingkat kalurahan, karena setiap kalurahan di Bantul memiliki potensi ekonomi baik dari sektor kriya kreatif, olahan makanan, pertanian, hingga pariwisata.
“Pemerintah mengambil strategi memprioritaskan infrastruktur pedesaan menuju akses ekonomi yang memiliki potensi kesejahteraan rakyat yang cukup besar, pembangunan akan dilanjutkan di 2024,” katanya, Senin (31/7/2023).
BACA JUGA: Danais Dukung Pembangunan Infrastruktur Kota Jogja
Tidak hanya perbaikan infrastruktur jalan, namun juga irigasi pertanian, jembatan dan infrastruktur lainnya untuk kesejahteraan masyarakat. Halim menyebut sejumlah perbaikan jalan yang sedang dilakukan tahun ini di antaranya adalah ruas Jalan Kebun Buah Mangunan, ruas Jalan Banjarharjo-Sanggrahan, Jembatan Dagaran Palbapang, dan Jalan Payak-Klenggotan yang berada di Dusun Bangkel, Kalurahan Srimulyo, Piyungan.
Menurut Halim, Jalan Payak-Klenggotan selama ini rusak bahkan saat musim hujan seperti sungai kering, karena banyak lubang dengan kedalaman yang cukup parah dan panjang. “Perbaikan jalan ini sebagai respon kita kepada aspirasi masyarakat, sehingga menjadi prioritas untuk diselesaikan pada tahun ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Aris Suharyanta mengatakan perbaikan Jalan Payak-Klenggotan menggunakan APBD sebesar Rp350 juta. Sementara panjang jalan 213 meter dengan lebar sekitar tiga meter. “Pengerjaan selama 90 hari yang dimulai dari 6 Juli lalu sampai 3 Oktober mendatang,” katanya.
Pada tahun ini, kata Aris, ada 55 ruas jalan rusak yang diperbaiki. Panjangnya sekitar 18 kilometer jalan kabupaten. Perbaikan jalan berupa apengaspalan ulang dan ada juga pemeliharaan. Total anggaran sekitar Rp70 miliar
Menurutnya, anggaran tersebut tidak hanya untuk pengapalannya, namun juga sekaligus pembangunan drainase pinggir jalan. Sementara untuk jembatan ada sekitar empat lokasi yang dibangun tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.