29 Juli: Mengenang Pahlawan TNI AU dan Hari Harimau Sedunia
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengklaim terus mengintensifkan pengawasan dan pembersihan di sejumlah titik pembuangan sampah liar.
BACA JUGA: Buang Sampah Sembarangan di Jogja Makin Menjadi-Jadi
Selain itu, DLH juga bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan satuan tugas di kapanewon serta kalurahan untuk pengawasan titik pembuangan sampah liar.
Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho mengakui dihadapkan pada hal dilematis terkait dengan keberadaan titik pembuangan sampah liar. Sebab, jika dibiarkan, sampah di titik pembuangan liar itu akan menumpuk, membusuk dan bau.
"Di sisi lain, jika kami ambil, maka masyarakat akan melihat kok di tempat itu dibersihkan, besok pasti akan membuang sampah lagi di tempat itu. Tapi, kami ambil kesimpulan, jika yang lewat dan berkunjung di lokasi tersebut tidak hanya orang Jogja tapi dari luar juga. Untuk itu, kami ingin kondisi di tempat tersebut tetap terkondisikan," katanya, Senin (7/8/2023).
Untuk itu, petugas dari DLH Bantul saat ini terus rutin menyisir dan mengambil sampah di titik pembuangan sampah liar. Sebab, saat ini kondisi yang dihadapi adalah situasi darurat. "Ini bagian yang kami lakukan. Kita paling lama 2 hari sekali menyisir dan melakukan pembersihan," lanjut Ari.
Menurut Ari, petugas akan langsung membawa sampah tersebut ke kantor DLH. Nantinya, akan ada pemilahan sampah. Dimana, sampah yang bisa dipilah akan dijual dan untuk sampah residu, DLH akan melakukan perlakukan khusus.
"Untuk personel tetap sama. Jadi yang selama ini petugas itu mengambil ke pelanggan, otomatis berkurang. Mereka yang tidak bertugas itu kami tugaskan untuk mengambil ke titik liar. Ada juga petugas lainnya bertugas memilah," ucap Ari.
Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, pemkab akan semakin mengintensifkan pengawasan dan pembersihan titik pembuangan sampah liar. Selain melibatkan Satpol PP, pemkab juga menggandeng petugas dari perlindungan masyarakat di tingkat kalurahan. "Kami juga serukan untuk jangan ada pembuangan sampah di titik liar. Dan, ini juga harus jadi perhatian semua pihak, tidak hanya Bantul, tapi juga DIY," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.