IGBF 2026 Hadir di Yogyakarta, Dorong Rumah dan Bangunan Indonesia Menuju Net Zero
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Ki Sumarno Purbo Carito membawakan wayang cakruk dalam penyuluhan sosial Dinas Sosial DIY, di Gamping Tengah, Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Selasa (8/8/2023). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
SLEMAN—Banyaknya masalah sosial dan kenakalan remaja di wilayah DIY menjadi keprihatinan bersama. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut dilakukan Dinas Sosial DIY dengan penyuluhan sosial melalui Wayang Cakruk, yang digelar di Gamping Tengah, Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Selasa (8/8/2023).
Wayang cakruk terinspirasi dari obrolan pos ronda/cakruk di mana masalah sosial akan menjadi obrolan menarik di pos ronda/cakruk dan sekaligus mencari solusinya, maka wayang yang ditampilkan berupa tokoh-tokoh yang ada di masyarakat seperti pak lurah, polisi, Dukuh, RW, RT, dll. Wayang Cakruk yang dipentaskan dibawakan oleh dalang Ki Sumarno Purbo Carito, lengkap diiringi pengrawit dan sejumlah sinden.
Wayang Cakruk ini membawakan beberapa materi seperti penekanan UU No. 1/2014 tentang Gelandangan dan Pengemis, kemudian ada pula materi tentang kenakalan ramaja, permasalahan peredaran obat-obatan berbahaya dan sebagainya. Kepala Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY, Subakir, menjelaskan Wayang Cakruk ini merupakan bentuk inovasi dalam sosialisasi, untuk menarik minat masyarakat dengan hiburan sekaligus menyampaikan pesan sosial.
“Informasi-informasi di balai kami bisa tersebar ke masyarakat dalam rangka untuk memberikan pemahaman sekaligus promosi layanan rehabilitasi di tempat kami. Di tempat kami itu untuk penanganan remaja dengan masalah sosial,” katanya.
BACA JUGA: Sistem Informasi Pencalonan Masih Terbatas, Bawaslu Melapor ke Dewan Kehormatan
Selain sebagai langkah pencegahan, melalui Wayang Cakruk ini, Dinas Sosial menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan layanan di BPRSR, sehingga jika ada masyarakat yang membutuhkan bisa mengakses layanan tersebut. “Remaja dengan masalah sosial itu macam-macam, ada yang sudah mulai ngepil [obat berbahaya], melanggar hukum tapi tidak diproses, vandalisme, itu bisa dititipkan di tempat kami untuk diberikan rehabilitasi agar ke depan tidak melakukan itu,” ujarnya.
Lurah Ambarketawang, Sumaryanto, menyambut baik pagelaran Wayang Cakruk dari Dinas Sosial DIY ini, karena turut membantu pencegahan masalah sosial dan kenakalan remaja yang selama ini juga sudah dilakukan oleh pihak kalurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Melalui media seni budaya khususnya Wayang Cakruk bisa memberikan penyuluhan bagi masyarakat di Kalurahan Ambarketawang yang nanti bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas. Harapannya perilaku masyarakat bisa menjadi lebih positif,” kata dia. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.
Madura United bertekad mengakhiri rekor buruk melawan PSIM saat bertemu pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Polda DIY belum memutuskan laga derbi PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta digelar dengan penonton. Evaluasi keamanan dilakukan hingga hari H.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan koruptor, mafia, dan pelaku underinvoicing dalam kerusuhan Agustus.