Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih kering dan berdurasi panjang. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Pemerintah daerah pun mulai mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyebut musim kemarau ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini membuka peluang bagi virus dan kuman untuk lebih mudah menyerang.
“Daya tahan tubuh bisa menurun jika tidak dijaga, sehingga risiko penyakit meningkat,” ujarnya.
ISPA Mengintai di Tengah Udara Kering
Salah satu penyakit yang kerap meningkat saat kemarau adalah ISPA. Udara kering dan berdebu mempermudah penyebaran partikel yang membawa virus maupun bakteri penyebab gangguan pernapasan.
Meski suhu lingkungan meningkat, hal itu tidak serta-merta mematikan virus. Di wilayah tropis seperti Jogja, virus penyebab ISPA tetap dapat bertahan hidup, terutama saat suhu tidak mencapai tingkat ekstrem.
Kondisi ini membuat masyarakat tetap berisiko terpapar, terutama jika sistem imun sedang menurun.
Ancaman Dehidrasi Tak Bisa Diabaikan
Selain ISPA, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Suhu tinggi saat kemarau menyebabkan peningkatan penguapan cairan tubuh, sementara sekitar 70 persen komposisi tubuh manusia terdiri dari air.
Jika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh akan lebih mudah mengalami kelelahan, pusing, hingga gangguan kesehatan lainnya.
“Karena suhu panas, penguapan meningkat. Maka kebutuhan cairan juga harus ditambah,” jelasnya.
Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Ekstra
Dinas Kesehatan DIY menekankan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia. Kedua kelompok ini dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang lebih rendah terhadap perubahan suhu ekstrem.
Paparan panas berlebih tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kelompok tersebut.
Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di bawah terik matahari, terutama pada siang hari. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan pelindung seperti topi atau payung sangat disarankan.
Peran BMKG dan Antisipasi Pemerintah
Prediksi musim kemarau panjang ini juga diperkuat oleh BMKG yang menyebut adanya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat pada pertengahan 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DIY telah berkoordinasi dengan BPBD DIY untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat kekeringan.
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain pemantauan penyakit melalui sistem surveilans, penyediaan stok obat (buffer stock), serta edukasi kepada masyarakat terkait risiko penyakit seperti ISPA dan diare.
Imbauan Jaga Pola Hidup Sehat
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, memperbanyak minum air putih dan menghindari paparan panas berlebih menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah dampak buruk musim kemarau.
Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas secara optimal meski di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.