Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi./Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih kering dan berdurasi panjang. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Pemerintah daerah pun mulai mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyebut musim kemarau ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini membuka peluang bagi virus dan kuman untuk lebih mudah menyerang.
“Daya tahan tubuh bisa menurun jika tidak dijaga, sehingga risiko penyakit meningkat,” ujarnya.
ISPA Mengintai di Tengah Udara Kering
Salah satu penyakit yang kerap meningkat saat kemarau adalah ISPA. Udara kering dan berdebu mempermudah penyebaran partikel yang membawa virus maupun bakteri penyebab gangguan pernapasan.
Meski suhu lingkungan meningkat, hal itu tidak serta-merta mematikan virus. Di wilayah tropis seperti Jogja, virus penyebab ISPA tetap dapat bertahan hidup, terutama saat suhu tidak mencapai tingkat ekstrem.
Kondisi ini membuat masyarakat tetap berisiko terpapar, terutama jika sistem imun sedang menurun.
Ancaman Dehidrasi Tak Bisa Diabaikan
Selain ISPA, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Suhu tinggi saat kemarau menyebabkan peningkatan penguapan cairan tubuh, sementara sekitar 70 persen komposisi tubuh manusia terdiri dari air.
Jika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh akan lebih mudah mengalami kelelahan, pusing, hingga gangguan kesehatan lainnya.
“Karena suhu panas, penguapan meningkat. Maka kebutuhan cairan juga harus ditambah,” jelasnya.
Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Ekstra
Dinas Kesehatan DIY menekankan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia. Kedua kelompok ini dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang lebih rendah terhadap perubahan suhu ekstrem.
Paparan panas berlebih tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kelompok tersebut.
Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di bawah terik matahari, terutama pada siang hari. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan pelindung seperti topi atau payung sangat disarankan.
Peran BMKG dan Antisipasi Pemerintah
Prediksi musim kemarau panjang ini juga diperkuat oleh BMKG yang menyebut adanya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat pada pertengahan 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DIY telah berkoordinasi dengan BPBD DIY untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat kekeringan.
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain pemantauan penyakit melalui sistem surveilans, penyediaan stok obat (buffer stock), serta edukasi kepada masyarakat terkait risiko penyakit seperti ISPA dan diare.
Imbauan Jaga Pola Hidup Sehat
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, memperbanyak minum air putih dan menghindari paparan panas berlebih menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah dampak buruk musim kemarau.
Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas secara optimal meski di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.