Bayi 1 Minggu Ditemukan dalam Kardus di Klitikan Pasar Sleman
Bayi laki-laki berusia sekitar satu minggu ditemukan dalam kardus di Klitikan Pasar Sleman. Polisi kini mencari keberadaan orang tuanya.
Kondisi bus Sumber Selamat yang terguling di Fly Over Janti, Selasa (8/8/2023) dinihari. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Aparat kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan yang menimbulkan Bus Sumber Selamat atau popular dengan sebutan Sumber Kencono di Fly Over Janti, Selasa (8/8/2023) dinihari. Kecelakaan Tunggal itu diduga pengemudi tidak konsentrasi saat akan naik ke jembatan layang tersebut. Peistiwa itu sempat viral di media sosial dengan beragam komentar warganet.
Kasatlantas Polresta Sleman, Kompol Andhies Fitriya Utomo menerangkan kecelakaan bus Sumber Selamat itu terjadi di Jl. Raya Janti, tepatnya di depan toko oleh-oleh Bakpia Kurnia Sari, Janti, Caturtunggal, Depok.
BACA JUGA : Bus Sumber Selamat Terguling di Fly Over Janti Jogja
Peistiwa itu terjadi saat bus Sumber Selamat melaju dari arah Timur ke Barat dan berbelok ke Selatan untuk naik ke Fly Over Janti dengan kecepatan sedang. Namun saat itu bus tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jalan.
"Serta menabrak tiang lampu dan tiang penunjuk arah sehingga jatuh terguling," kata dia, Selasa.
Sebanyak enam penumpang dalam bus selamat dan hanya mengalami luka ringan. Kerugian dari kecelakaan tunggal ini mencapai Rp50 juta. Pembatas jalan, tiang lampu dan rambu penunjuk arah rusak akibat diterjang bus.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono menambahkan kecelakaan tunggal ini terjadi lantaran faktor konsentrasi dari pengendara. Namun polisi akan mendalami faktor penyebab kecelakaan, termasuk dilakukan pemeriksaan urine.
"Faktor konsentrasi, tetapi kan faktor konsentrasi ada beberapa sebab, kami akan pertajam nanti. Ini sudah kami arahkan dari Polsek Depok Barat untuk cek urine maupun lab nantinya," ungkapnya.
BACA JUGA : Bus Sumber Selamat Terguling di Janti, Begini Update Kondisi Penumpangnya
Diketahui bus Sumber Selamat yang terguling dikendarai oleh BS, 45, seorang kondektur bernama BW, 46, dan seorang kernet bernama SD, 43. Untuk sementara ketiganya diperiksa di Mapolsek Depok Barat.
Tidak ada korban dalam insiden ini. Enam penumpang yang ada dalam bus tersebut dinyatakan dan selanjutnya dilangsir ke bus lainnya. Dikatakan Bowo, pihak bus juga langsung turun mengurusi kasus ini. "Sudah dilangsir bus belakangnya. [Penumpang] enggak ada [luka], langsung dilukir bus berikutnya," kata dia.
Viral
Kabar kecelakaan itu pun viral di media sosial. Pada video foto yang beredar tampak dari belakang bus bertuliskan Sumber Selamat yang merupakan identitas PO Bus tersebut. Bus ini terguling di sebelah timur tepat tanjakan jembatan layang atau Fly Over Janti.
“Laka bus tabrak trotoar di Fly Over Janti, korban 5 orang Luka ringan,” tulis akun Instagram, @merapi_uncover.
BACA JUGA : Harun Masiku Disebut Sembunyi di Dalam Negeri, Ini Respons PDIP
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus melaju dari arah Solo kemudian akan berbelok naik ke Fly Over Janti sepanjang Ringroad Timur Jogja. Akan tetapi belum sampai naik menuju jembatan layang kemudian menabrak pagar pembatas dan terguling ke ruas sebelah kiri jembatan laying tersebut.
Pada video foto yang beredar peristiwa ini terjadi pada Selasa dinihari. “Cek CCTV apakah karena supir nis ugal2an/ngantuk atau trotorar yg tiba2 muncul di pinggir jalan,” kata salah satu warganet di kolom komentar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bayi laki-laki berusia sekitar satu minggu ditemukan dalam kardus di Klitikan Pasar Sleman. Polisi kini mencari keberadaan orang tuanya.
Donald Trump membuka peluang bertemu kembali dengan Kim Jong Un pada November 2026 saat kunjungan ke Asia.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.