Orang Tua Diajak Tumbuhkan Minat Baca Anak
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif
Siswa peserta OSN tingkat nasional belajar mengenai cuaca di BMKG DIY, Senin (11/8/2203)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
JOGJA–Sebanyak 30 siswa sekolah menengah atas (SMA)/sederajat di DIY yang lolos penjaringan Olimpiade Sains Nasional (OSN) mengikuti pembinaan intensif selama sembilan hari, sejak 11-20 Agustus 2023. Pembinaan tersebut dilakukan agar siswa lebih siap menghadapi OSN yang tahun ini digelar di Bogor, 27 Agustus-2 September 2023.
Staf Seksi Sekolah Menengah Atas Disdikpora DIY sekaligus Panitia OSN Tingkat DIY, Haryoko menyampaikan pembinaan intensif diberikan untuk memperdalam beberapa mata pelajaran yang diujikan dalam OSN yakni informatika, kebumian, astronomi, geologi, matematika, fisika, kimia, geografi, dan ekonomi.
“Peserta OSN 2023 dari DIY merupakan pembinaan siswa-siswa yang telah lolos di OSN tingkat provinsi yang akan menuju tingkat nasional. Untuk tahun ini untuk seleksi tingkat provinsi telah dilakukan secara daring, dengan panitia seleksinya dari Pusat. Setelah diberikan daftar dari pusat bahwa ada 33 siswa yang lolos passing grade ke tingkat nasional,” katanya di Tirta Kencana Hotel & Garden, Senin (11/8/2023).
Dalam pembinaan tersebut para siswa akan diberikan materi oleh beberapa dosen dari UGM dan UNY yang telah berpengalaman dalam persiapan OSN di tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Sepi Peminat, Tiga SMA di DIY Ini bakal Dievaluasi
Selain itu, ada pula sesi pengajaran yang diselenggarakan oleh beberapa alumni OSN DIY. Para siswa juga mengikuti kunjungan lapangan ke beberapa instansi teknis untuk memperdalam wawasan para siswa terkait beberapa materi, antara lalin ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. “Ada pembelajaran di kelas teori, ada kunjungan ke lapangan misal kebumian akan berkunjung ke Waduk Sermo di Kulonprogo. Lalu ada kunjungan ke laboratorium di UGM dan UNY,” katanya.
Menurut Haryoko kedua metode pembinaan tersebut perlu diberikan kepada para siswa karena pengujian yang dilakukan dalam OSN tidak hanya teori, namun juga praktek.
Dia pun berharap dengan pendampingan tersebut, para siswa dapat lebih memahami mengenai beberapa materi yang diujikan dalam OSN, sehingga akhirnya dapat melahirkan prestasi bagi DIY. "Kami berharap siswa punya bekal dengan tambahan ilmu dan teori sebagai tambahan bekal mengikuti OSN tingkat nasional. Kami harap mereka dapat medali emas, meski tidak dapat yang terpenting kita sudah berusaha mempersiapkan semaksimal mungkin,” katanya.
Dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Haryoko para siswa DIY telah berhasil menyabet medali emas dan perak dalam ajang OSN tingkat nasional. Karena itu, dia pun berharap para siswa dapat lolos pada tingkat nasional, bahkan internasional. “Kami berharap lagi [setelah] di tingkat nasional dapat [melanjutkan] ke tingkat internasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif
WhatsApp memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang jarang diketahui pengguna. Mulai dari Chat Lock, transkrip pesan suara, hingga dua akun dalam satu aplikasi.
Imigrasi Kulonprogo memperketat penerbitan paspor setelah 347 calon PMI mengajukan permohonan sepanjang 2026 guna mencegah keberangkatan nonprosedural.
Harga emas Pegadaian hari ini Senin 13 Juli 2026 bervariasi. Emas Antam 1 gram Rp2,762 juta, UBS Rp2,647 juta, dan Galeri 24 Rp2,634 juta.
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Cara atasi badan pegal tanpa obat: peregangan, istirahat cukup, minum air, mandi hangat, pijat, hingga konsultasi ke dokter jika tak kunjung hilang.