Imigrasi YIA Gagalkan Keberangkatan Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Suasana upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY pada Sabtu (12/8/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
JOGJA—Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY berlangsung pada Sabtu (12/8/2023). Kegiatan tersebut sukses menyedot perhatian ratusan wisatawan yang ingin menyaksikan 100 prajurit bregada Kadipaten Pakualam.
Pergantian prajurit bregada di Pura Pakualaman tersebut rutin dilakukan setiap 35 hari sekali atau selapanan yang jatuh pada Sabtu Kliwon. Pergantian prajurit bregada tersebut diikuti dengan pawai mengitari benteng Pura Pakualaman.
Tak hanya disuguhkan dengan pergantian prajurit bregada, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Plh Kepala Dinpar DIY Kurniawan menjelaskan upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman diselenggarakan bersama Kadipaten Puro Pakualaman untuk melestarikan budaya dan meningkatkan atraksi seni di Jogja.
Kurniawan menjelaskan upacara tersebut tetap mengikuti aturan yang berlaku di Kadipaten Pakualam. “Tata cara ini sesuai aturan yang terus dipertahankan secara turun-temurun, itu juga salah satu daya tariknya karena bagian dari budaya yang harus dirawat terus juga,” jelasnya, Sabtu sore.
Baca juga: Viral Mahasiswa Diare Massal Gegara Makan Nasi Tak Layak saat Orientasi Kampus, Ini Klarifikasi UII
Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman yang diadakan secara rutin, lanjut Wawan, memiliki potensi wisata. “Jelas sebagai kekayaan budaya, kami ingin kekayaan budaya ini juga dapat mendorong potensi wisata,” paparnya.
Dinpar dalam menggelar kegiatan rutin itu juga turut menggandeng kampung wisata agar turut dapat mempromosikannya. “Kami ajak Kampung Wisata Gunung Ketur yang memang dekat dengan lokasi juga, ada pelaku UMKM juga untuk kami fasilitasi menjual produknya ke wisatawan,” terangnya.
Kurniawan berharap dengan diselenggarakannya Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman ini banyak pelaku wisata Jogja turut mendapat dampak positifnya. “Selain untuk menjaga daya tarik wisata, kami harap para pelaku wisata khususnya kampung wisata juga dapat lebih berpartisipasi agar makin banyak opsi bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Samsung Galaxy A07 4G jadi HP Android terlaris dunia kuartal I/2026 versi Counterpoint, ungguli banyak pesaing di pasar global.
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.