DPRD Jogja Akan Lakukan Verifikasi Lapangan, Pastikan Program Berjalan
DPRD Kota Jogja akan memverifikasi langsung program Pemkot Jogja terkait sampah, Malioboro, hingga pengawasan rumah kost.
Komunitas Sablon Jogja (KSJ) berfoto bersama di sela-sela diskusi di JNM. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Polda DIY memberi edukasi terkait pencegahan tulisan provokatif pada pesanan kaus atau pakaian jelang Pemilu 2024 dengan menggandeng Komunitas Sablon Jogja (KSJ). Kegiatan diskusi bersama KSJ itu bertajuk Merdeka Dalam Berkaya digelar di Jogja National Museum pada Senin (14/8/2023) malam.
Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda DIY AKBP Dwi Prasetionugroho menyatakan kegiatan itu menghadirkan Dinas Koperasi dan UKM DIY. Karena dalam pertemuan itu sekaligus memberikan pendampingan kepada anggota kSJ dalam menjalankan usaha. Terutama para pelaku usaha mikro agar bisa bergabung dalam suatu wadah seperti koperasi sehingga bisa berkembang.
BACA JUGA : Belasan Parpol di Kulonprogo Ajukan Perbaikan DCS Bacaleg Pemilu 2024
"Sebagai kelompok usaha yang bisa berkreasi yang luar biasa, harapannya mereka mempunyai wadah. Misalnya dalam bentuk Badan Usaha yang akan membuat mereka maju dalam mengeksplorasi produksinya. Maka dari Dinas Koperasi UKM DIY dihadirkan dalam diskusi, untuk memberikan wawasan,” kata Dwi dalam rilisnya, Selasa (15/8/2023).
Dwi menambahkan dalam kesempatan itu ia menyampaikan beberapa pesan kepada para pelaku usaha sablon tersebut, salah satunya dalam merespons tahun politik jelang Pemilu 2024.
Pelaku usaha sablon harus cermat agar tidak salah dalam melangkah maupun membuat suatu produksi yang berdasarkan pesanan. Dwi menilai bentuk provokatif tentu bisa merugikan pelaku usaha itu sendiri.
“Dalam diskusi ini kami sengaja menghadirkan Ditreskrimsus agar para komunitas mempunyai wawasan dan pencerahan batas mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak secara hukum,” ujarnya.
Ia berharap para anggota KSJ bisa menghasilkan desain kreasi yang terbaik dan tentu dapat diterima oleh masyarakat umum tanpa harus bersifat provokatif atau menyinggung pihak tertentu.
“Pendampingan ini perlu, karena anggota komunitas ini lebih cenderung bisa berkreasi namun batas-batasnya koridor hukumnya tentu akan melebar, supaya mereka tetap bisa berkreasi,” katanya.
Ketua KSJ Aditya Setiawan Putra menambahkan materi diskusi tersebut memang dibutuhkan oleh pelaku usaha sablon. Apalagi saat momentum tahun politik jelang Pemilu terjadi peningkatan pesanan. Ia sepakat bahwa dalam proses menerima pesanan sebaiknya hati-hati dan tidak serta merta pesanan bernada provokatif harus dilayani.
BACA JUGA : Bawaslu Kulonprogo Pastikan Penyandang Disabilitas Ikut Pemilu 2024
Aditya juga menyinggung terkait banyaknya pakaian bekas impor yang merugikan pelaku UMKM. Akan tetapi pelaku usaha sablon Jogja tentu memiliki kreativitas untuk tetap bisa bersaing. “Kami harap pemerintah lebih care di industri jasa, khususnya sablon dan konfeksi karena masih minim program dan pelatihan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja akan memverifikasi langsung program Pemkot Jogja terkait sampah, Malioboro, hingga pengawasan rumah kost.
Harga kakao Juni 2026 melonjak 17% akibat penutupan Selat Hormuz. Biaya logistik dan suplai global jadi pemicu utama.
Penguatan implementasi UU PDP dinilai penting untuk menjaga kedaulatan data Indonesia di tengah ancaman kebocoran data dan perkembangan teknologi digital.
Metode RFA jadi solusi atasi benjolan tiroid tanpa operasi. Minim risiko, tanpa bekas luka, hasil efektif bertahap.
Imigrasi Soetta ungkap dua modus haji ilegal, dari visa wisata hingga visa kerja. Puluhan jemaah berhasil dicegah.
Persib Bandung bantah isu tunggakan gaji. Transfer ban FIFA ternyata terkait kasus kontrak Daisuke Sato.