Jadwal SIM Keliling Sleman Mei 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Aksi teatrikal dalam rangka memperingati Serangan Umum 1 Maret di Titik Nol Kilometer, Jogja./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Nama Ibu Ruswo memang tidak terlalu familiar bagi sebagian kalangan. Akan tetapi perempuan asal Jogja ini sangat penting dalam membantu perang mempertahankan Kemerdekaan RI. Ibu Ruswo selain mengkoordinasikan dapur umum memasok makanan bagi prajurit di medan perang, sekaligus menjadi kurir menyampaikan pesan penting dari satu titik operasi ke titik lain.
Berdasarkan situs Dinas Kebudayaan DIY, Ibu Ruswo memiliki nama asli Khusna lahir pada tahun 1905 di Jogja. Adapun nama Ruswo diambil dari nama suaminya yaitu Ruswo Prawiroseno, yang kemudian Khusna sebagai istri sering dipanggil dengan nama Ibu Ruswo seperti lazimnya masyarakat Jawa lainnya sampai saat ini.
BACA JUGA : Lukisan Karya Pejuang Kemerdekaan Dipamerkan di Benteng Vredeburg Jogja
Ibu Ruswo dalam praktik membantu perang kemerdekaan berperan sebagai pengendali pasokan logistik bagi para pejuang bersama kaum ibu bahkan menjadi kurir rahasia. Ibu Ruswo melakukan peran penting yaitu mengkoordinasikan dapur umum, di Kota Jogja ia bersama ibu-ibu lain menyiapkan logistik prajurit, di mana saat itu sangat berisiko.
Karena tugas logistik tidak hanya menyiapkan bahan makanan, tetapi juga mencari bahan, memasak dan mengatur distribusi logistik ke semua prajurit. Peran ibu Ruswo saat itu harus memastikan logistik yang ada sampai kepada prajurit yang di luar daerah seperti Magelang, Ambarawa bahkan hingga Semarang.
Meski sebagai pengendali dapur umum, namun Ibu Ruswo memiliki peran dalam kurir rahasia. Selama masa perang Gerilya Ibu Ruswo bersama Pak Ruswo, berdua aktif sebagai kurir penyampai pesan baik tulisan maupun kurir lisan. Taktiknya unik, saat bertugas surat-surat penting disimpan di dalam stang sepeda yang ditutup pegangan sepeda. Ia berani keluar wilayah dan berpapasan dengan tentara Belanda secara langsung.
Dalam berbagai referensi disebutkan Ibu Ruswo memiliki kemampuan untuk membaca, menulis dan berhitung meski tidak tamat Sekolah Dasar. Namun, memiliki pemikiran yang maju dan aktif menyuarakan hak perempuan. Ia aktif dalam Perkumpulan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak (P4A). Selain itu aktif dalam Kepanduan.
BACA JUGA : Perang Sarung, Dulu Simbol Keakraban Kini Jadi Tradisi Kekerasan
Ibu Ruswo pernah bergabung dengan Komite Pembela Buruh Perempuan Indonesia yang mana memiliki fokus pada pembelaan terhadap hak-hak perempuan. Meski memiliki pemikiran dan aktivitas yang aktif membela hak-hak perempuan. Namun, publik lebih mengenal Bu Ruswo sebagai pahlawan logistik.
Keberhasilan pemenuhan logistik prajurit Yogyakarta, Magelang, Ambarawa hingga Semarang, akhirnya mendapat piagam penghargaan dari Panglima Divisi III yang diberikan saat Apel Besar di Magelang pada 25 Mei 1947. Setelah penghargaan itu, Ibu Ruswo dianugerahi Bintang Gerilya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Saat itu diberikan oleh Presiden Soekarno di Kraton Yogyakarta.
Kini nama Ibu Ruswo sebagai nama jalan di sisi utara Benteng Kraton Jogja. Nama jalan yang sebelumnya Dwikora diubah menjadi Jalan Ibu Ruswo. Saat itu diusulkan oleh keluarga eks Resimen 22 Wehrkreise III nama jalan di timur Alun-Alun hingga ke arah Jalan Brigjend Katamso diubah menjadi Ibu Ruswo. Perubahan nama jalan melalui surat penetapan Wali Kota Madya pada tahun 1981
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.