Cetak Banyak Gol di MLSC Jogja, Khayla Ingin Tembus Timnas Indonesia
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Dampak gempa bumi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Belakangan ini gempa bumi sering melanda wilayah pantai Selatan Jawa seperti Pacitan Jawa Timur maupun DI Yogyakarta.
Terbaru, wilayah Pacitan dilanda dua kali gempabumi tektonik dalam kurun waktu lima jam. Gempabumi tektonik Magnitudo 5 terjadi di wilayah perairan Selatan Pacitan, Sabtu (19/8/2023) pukul 01.29.15 WIB. Sebelumnya, wilayah ini juga terjadi gempa bumi tektonik Magnitudo 4,9 pada Jumat (18/8/2023) pukul 20:41:06 WIB.
Aktivitaa gempa tersebut belum termasuk gempa dengan skala magnitudo kecil antara 1-3. Hal itu menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, mengapa Pacitan sering dilanda gempa?
Dalam salah satu rilis di ugm.ac.id, peneliti dari Departemen Teknik Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani menjelaskan alasannya. Menurut Staf Ahli Pusat Studi Bencana UGM ini, di selatan Pacitan sering terjadi gempa akibat sesar-sesar naik yang banyak dijumpai pada zona tumbukan lempeng.
Gempa-gempa ini biasanya terjadi di daerah yang di dalam istilah geologi disebut sebagai zona prisma akresi dan cekungan muka busur. Jika dilihat dari peta kedalaman bawah laut (batimetri), terlihat bahwa cekungan muka busur (berupa depresi di lepas pantai) di selatan Pacitan secara drastis menyempit dibandingkan dengan di selatan DIY.
BACA JUGA: Gempabumi Magnitudo 5 Landa Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami
Kondisi ini mengindikasikan bahwa di selatan Pacitan, ada tekanan yang lebih kuat. Hal ini diakibatkan oleh adanya morfologi tinggian (tonjolan) di dasar laut yang ikut terseret masuk ke zona subduksi di daerah ini, yang bisa diamati dengan baik dari data batimetri.
Keberadaan morfologi-morfologi yang tinggi ini menjadi ‘ganjalan’ dari proses subduksi yang terjadi sehingga menyebabkan pergerakan lempeng menjadi tertahan. Energi yang tertahan ini kemudian dilepaskan melalui sentakan tiba-tiba yg ditandai oleh peristiwa gempa bumi.
Seringnya, lanjut dia, gempa berskala kecil (M5-6) di daerah ini sebenarnya bisa jadi merupakan pertanda baik, bahwa energi yang tertahan dilepaskan secara bertahap.
“Akan tetapi, untuk mengetahui berapa sebenarnya energi yang masih tersimpan dan yang sudah dilepaskan, harus terus dilakukan penelitian secara seksama dan terus menerus,” jelasnya dikutip dari laman ugm.ac.id, Sabtu (19/8/2023)
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menerangkan, gempabumi yang terjadi pads Sabtu (19/8/2023) dini hari di Pacitan, kalau memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar dasar laut.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip," ungkap Daryono. Hingga pukul 01.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.
Masyarakat, lanjutnya, diiimbau untuk tidak panik, mengikuti imbauan yang berwenang dan tidak termakan oleh isu-isu menyesatkan dari sumber yang tidak jelas. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk terus meningkatkan kesadaran tinggal di daerah rawan gempa bumi sehingga pengetahuan-pengetahuan mengenai kondisi daerah tempat tinggal perlu dipahami dengan baik, untuk mengetahui adanya ancaman bahaya yang mungkin terjadi dan mengantisipasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.