Apa Itu Gelombang Panas? BMKG Jelaskan Fenomena yang Landa Eropa
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen, di Kantor Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, Kamis (24/8/2023). / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Musyawarah pengadaan lahan tambahan jalan Tol Jogja-Bawen seiring adanya review design proyek Tol Jogja-Bawen dari Junction Sleman hingga simpang susun (SS) Banyurejo, ditarget selesai September 2023.
Tercatat jumlah lahan tol Jogja Bawen hasil review desain seluas 18,8 hektare dari 700 bidang tanah masuk dalam penambahan lahan yang tersebar di 7 kalurahan di Kabupaten Sleman.
Ketujuh kalurahan yang dilalui Tol Jogia Bawen tersebut meliputi Tirtoadi, Sumberrejo, Margomulyo, Tambakrejo, Margodadi, Margokaton dan Banyurejo.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN DIY, Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan tahapan musyawarah untuk pengadaan lahan tambahan ditarget selesai September mendatang.
Usai musyawarah, ada tahapan validasi dan pembayaran jika sudah ada surat persetujuan pembayaran.
BACA JUGA: Begini Update Perkembangan Konstruksi dan Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen
"Mudah-mudahan ditahun ini semua pembayaran selesai. Mudah-mudahan. Karena di LMAN kami juga tidak tahu kapan SPP keluar," kata Elya, ditemui di sela-sela Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen, di Kantor Kalurahan Margodadi, Kamis (24/8/2023).
Lebih lanjut, Elya mengungkapkan saat ini ada lima kalurahan yang dilalui tol Jogja Bawen telah menggelar musyawarah untuk pengadaan tanah yakni, Tirtoadi, Sumberrejo, Margomulyo, Tambakrejo, dan Margodadi.
Adapun dari lima kalurahan tersebut, validasi berkas sudah dilaksanakan di tiga kalurahan yakni Tirtoadi, Sumberejo dan Margomulyo telah dilakukan.
"Kalau sudah validasi nantinya tinggal pembayaran," lanjutnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jogja Bawen Muhammad Mustanir mengatakan khusus Kalurahan Margodadi, ada 116 bidang tanah yang terdampak pembangunan jalan Tol Jogja Bawen. Pada pengadaan lahan pertama, sejatinya sudah mencapai 100%, tinggal menyisakan beberapa bidang saja.
Akan tetapi, dalam perkembangannya, ada review design dan penambahan lahan terutama lahan di sekitar Selokan Mataram. Alhasil dibutuhkan penambahan lahan seluas 18,8 hektare dengan jumlah 700 bidang di tujuh kalurahan berbeda di Sleman.
Dari jumlah tersebut, ada lima Kalurahan yang proses pengadaan lahan tol Jogja Bawen sudah pada tahap musyawarah. "Hampir mayoritas warga menerima dan meminta bentuk ganti kerugian dalam bentuk uang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 berubah. Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo turun, sementara Pertalite dan Pertamax tetap.
Meta mengakui AI belum mampu menekan spam judi online di Facebook dan Instagram karena pelaku terus mengubah modus untuk menghindari deteksi.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Presiden Prabowo menegaskan Polri berperan strategis menjaga keamanan dan menyampaikan enam pesan penting pada Hari Bhayangkara ke-80.
Sensus Ekonomi 2026 mencatat UMKM DIY masih didominasi usaha mikro. Dinkop UKM DIY memperkuat pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas.