Tak Hanya Menikah Gratis, 62 Pasangan di Jateng Langsung Bawa Pulang Modal Usaha
Sebanyak 62 pasangan di Jawa Tengah mengikuti program Mantu Santri di MAJT Semarang. Selain menikah gratis, mereka mendapat modal usaha dan paket bulan madu.
Aktivitas budaya di Kemantren Mantrijeron sebagai wilayah yang dilalui oleh Sumbu Filosofi.-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja sebagai kawasan yang dilalui Sumbu Filosofi terus menyiapkan diri dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengajuan Yogyakarta Menuju Warisan Dunia ke Unesco. Pemahaman kepada masyarakat terkait dengan filosofi dan potensi yang dikandung kawasan itu terus disosialisasikan kepada masyarakat setempat.
Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Affrio Sunarno menyampaikan Sumbu Filosofi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konsep Kosmologi Jawa yang melihat kehidupan sebagai wujud dari hubungan sinergi harmonis antara dua sumber kekuatan yang diwakili oleh Gunung Merapi dan Laut Selatan.
“Sumbu filosofi yang menghubungkan Panggung Krapyak dan Keraton melewati Jalan D.I. Panjaitan yang berada di wilayah Kemantren Mantrijeron, sehingga kita terus mempersiapkan diri dalam menata kawasan agar selaras dengan tujuan pengajuan Yogyakarta Menuju Warisan Dunia," katanya.
BACA JUGA: Siap-siap! Satpol PP DIY Akan Tertibkan 6 Bangunan di Tanah SG Tanpa Kekancingan
Penataan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal pokok yang dipersiapkan pihaknya. Masyarakat di wilayah itu, kata dia mesti mengetahui konsep dan pengetahuan awal yang berkaitan dengan sumbu filosofi. Selanjutnya mengenai kegiatan atau aktivitas masyarakat yang hadir di area itu. Sebisa mungkin akan didorong agar selaras dengan nilai yang dikandung oleh Sumbu Filosofi.
"Koridor sumbu filosofis menuntut adanya syarat-syarat tertentu untuk menjadi warisan dunia, dimana secara faktual terdapat kegiatan masyarakat yang tidak selaras dengan syarat tersebut, kita berupaya untuk menyalaraskan antara kegiatan ekonomi yang telah ada dengan persyaratan sumbu filosofi," jelasnya.
Dijelaskan, kawasan Mantrijeron yang segaris dengan Panggung Krapyak menandakan sumbu sangkaning dumadi, yang berarti menggambarkan perjalanan manusia sejak dilahirkan dari rahim ibu, beranjak dewasa, menikah sampai melahirkan anak. Kelurahan di wilayah itu pun dihimbau untuk menyesuaikan program dukungan dalam upaya menjadikan Kawasan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia yang diakui oleh Unesco.
Kelurahan Gedongkiwo yang berada di Kemantren Mantrijeron sebagai kelurahan yang mendukung kawasan Sumbu Filosofi telah dikukuhkan sebagai Kelurahan Budaya oleh Dinas Kebudayaan DIY dan tahun ini Kelurahan Suryodiningratan sedang melakukan upaya untuk menjadikan Kelurahan Suryodiningratan sebagai Kelurahan Budaya.
"Kami ingin agar masyarakat lebih kenal dengan budaya, sehingga sumber daya manusia harus jadi fokus kita dalam penataan sebagai dukungan bagi Sumbu Filosofi," pungkasnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 62 pasangan di Jawa Tengah mengikuti program Mantu Santri di MAJT Semarang. Selain menikah gratis, mereka mendapat modal usaha dan paket bulan madu.
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
WhatsApp menguji fitur pesan terjadwal di iPhone. Simak cara menggunakannya, batas waktu pengiriman, dan kapan tersedia untuk semua pengguna.
Astra Motor Yogyakarta menghadirkan program OktoGERRR! hingga 31 Oktober 2026, dengan potongan angsuran Rp75.000 per bulan dan uang muka ringan untuk skutik
Ipswich Town menjamu Nottingham Forest di Liga Primer Inggris. Simak jadwal, posisi klasemen, kondisi terkini, dan pemain yang perlu dipantau.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan dokumen saat menggeledah Kantor BPK Jawa Tengah terkait dugaan suap audit di Klaten.