Geopark Jogja Didorong Tembus Pengakuan Dunia
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Pj Bupati Kuloprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti (ketiga kiri) bersama Direktur Umum Bank BPD DIY, Hudan Mulyawan (kedua kanan) menyerahkan bantuan kepada Tupon, warga Padukuhan Pengkol, Gulurejo, Lendah, Senin (4/9/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bank BPD DIY Cabang Wates bekerja sama dengan bagian Kesra Pemkab Kulonprogo menyerahkan bantuan CSR untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Padukuhan Pengkol, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo pada Senin (4/9/2023).
Direktur Umum Bank BPD DIY, Hudan Mulyawan mengatakan bahwa program bantuan pembangunan rumah melalui CSR diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Dengan mempunyai rumah layak huni kami harap tingkat kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat," kata Hudan ditemui di Padukuhan Pengkol, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo, Senin (4/9/2023).
Hudan menambahkan bahwa pada 2023 terdapat 15 penerima CSR untuk pembangunan rumah layak huni di sepuluh kapanewon di Kulonprogo. Salah satunya yaitu di Lendah. Total bantuan tersebut mencapai Rp300 juta atau masing-masing penerima mendapat Rp20 juta. Apabila menghitung dari 2017 maka BPD DIY telah memberikan Rp1,1 miliar.
"Sasaran bantuan CSR kami adalah masyarakat Kulonprogo yang tergolong tidak mampu dan belum mempunyai hunian yang layak huni di wilayah Kabupaten Kulonprogo," katanya.
Hudan menegaskan bantuan melalui CSR merupakan kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk membantu masyarakat. Dia berharap dapat terus memberikan bantuan dengan bekerja sama dengan Pemkab Kulonprogo.
Menurut dia, peningkatan kualitas hidup masyarakat akan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, rumah yang layak huni menjadi penting untuk mendukung peningkatan kualitas hidup. "Khusus untuk bedah rumah total CSR memang Rp300 juta. Kalau melihat CSR lain yang diberikan ada RP689,5 juta," ucapnya.
CSR lain yang diberikan antara lain untuk pengadaan peladen pendukung Sistem Informasi Retribusi Daerah Kulonprogo (SIReDaKu) milik Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebesar RP54,8 juta. Lalu, CSR pengadaan peralatan rekam dan cetak KTP elektronik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebesar Rp159 juta.
Kemudian, BPD DIY Cabang Wates juga memberikan CSR renovasi ruang kerja bidang perbendaharaan badan keuangan dan aset daerah sebesar Rp24,9 juta. Terakhir adalah CSR untuk bantuan pendidikan pelajar tingkat SMA dan SMK sebesar Rp150 juta.
"Kegiatan ini merupakan bukti nyata kontribusi Bank BPD DIY sesuai dengan misi Bank dalam menjalankan fungsi agen pembangunan yang fokus mengembangkan sektor UMKM, mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, dan menjaga lingkungan," lanjutnya.
BACA JUGA: BPD Berperan Penting dalam Pembangunan Desa
Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bantuan CSR tersebut merupakan wujud dukungan terhadap Pemkab Kulonprogo untuk meningkatkan kualitas layanan. Dia juga menyinggung pentingnya hunian sehat. "Layak huni itu maksudnya sehat. Secara kualitas sebagai sebuah hunian terpenuhi. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dari Bank BPD tapi pihak lain juga," kata Made.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Jazil Ambar Was'an, mengatakan bahwa RTLH di Kabupaten Kulonprogo tergolong masih banyak. "Di Kabupaten Kulonprogo memang masih banyak RTLH. Pemkab melalui Kesra juga punya tanggung jawab untuk memfasilitasi yang dananya non-budgeter," kata Jazil.
Salah satu upaya tersebut adalah kerja sama dengan pihak lain seperti Bank BPD DIY Cabang Wates. Dia juga menyinggung mengenai keterlibatan Baznas untuk ikut memberikan bantuan penanganan RTLH. “Rumah layak huni itu penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Kesehatan kan dipengaruhi lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.