27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan stok beras di wilayahnya aman. Meskipun saat ini, ada tren harga beras di pasaran meningkat.
Kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Sleman, Suparmono mengatakan meski saat ini ada kecenderungan peningkatan harga beras di pasaran, namun, stok beras di Sleman aman.
Data di DPPP Sleman, saat ini stok beras di Sleman hingga 7 September 2023 mencapai 101,9 ton, sedangkan produksi bulanan mencapai 14,1 ton.
BACA JUGA : Harga Pangan Diprediksi Naik, Disperindag DIY Lakukan Operasi Pasar
Sementara untuk stok gabah kering giling ada 100 ton. Sedangkan harga beras yang saat ini ada adalah senilai Rp12.500 perkilogram. Adapun konsumsi bulanan beras di Sleman sebanyak 6,1 ton.
"Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk tidak khawatir. Sebab, stok yang ada mencukupi," katanya, Kamis (7/9/2023).
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan bulog setempat untuk menggelar operasi pasar dan pasar murah. Utamanya untuk menekan harga beras di Kabupaten Sleman, yang mengalami kenaikan.
"Teknisnya sedang kami koordinasikan dengan Bulog. Nantinya tidak hanya komoditas beras [pasar murah], tapi juga komoditas lainnya yang saat ini mulai mengalami kenaikan," katanya.
Lebih lanjut Kurnia mengungkapkan, per 6 September 2023, harga beras medium mencapai Rp12.812 per kilogram, sedangkan harga beras premium mencapai Rp13.750 per kilogram. Harga ini naik rata-rata Rp63 per kilogram dibandingkan pada Minggu (3/9/2023).
"Untuk penyebab kenaikan karena fenomena el nino yang berdampak kepada pengaruh produksi padi," katanya.
Sementara terkait dengan pasar murah di 17 kapanewon, Kurnia menyebutkan saat ini pihaknya tengah membahas terkait teknis pembelian untuk gelaran pasar murah di pertengahan September 2023.
BACA JUGA : Ini Langkah Pemda DIY Antisipasi Dampak El Nino
Nantinya, pasar murah digelar untuk masyarakat dengan kuota sebesar 6 ton beras per kapanewon. Selain itu pasar murah juga akan diisi dengan komoditas lainnya seperti telur dan minyak goreng yang juga mengalami peningkatan harga di pasaran.
"Selain itu akan ada pembatasan pembelian, agar terjadi pemerataan. Teknis kami koordinasikan lagi dengan Bulog," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.