BTN Lampaui Rata-rata Industri Perbankan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional.
Bregada Wirososro dari Kampung Sosromenduran berjaga di Jalan Malioboro, Sabtu (9/9/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
JOGJA—Bregada Jaga Malioboro dari Kampung Sosromenduran atau Bregada Wirososro berjaga di sepanjang Jalan Malioboro atau kawasan Sumbu Filosofi pada Sabtu (9/9/2023). Kehadiran mereka turut mendukung promosi pariwisata berbasis budaya di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pengembagnan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Kurniawan menyampaikan kehadiran Bregada Jaga Malioboro di sepanjang Malioboro sebagai upaya Dispar DIY untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya di DIY.
Menurut Kurniawan, di Kawasan Malioboro terdapat banyak wisatawan dari berbagai daerah baik wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga menurutnya promosi pariwisata berbasis budaya di kawasan tersebut potensinya sangat tinggi.
“Kita pilih salah satunya untuk melengkapi Sumbu Filosofi. Kita ingin mengisi Malioboro sebagai bagian dari Sumbu Filosofi. Atraksi yang kita tampilkan ini [Bregada Jaga Malioboro] basisnya budaya, sekaligus mengenalkan budaya Jogja kepada wisatawan luar, baik itu lokal maupun mancanegara,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (10/9/2023).
BACA JUGA: Bregada Jaga Malioboro Tampilkan Budaya untuk Promosikan Pariwisata DIY
Menurut Kurniawan, wisata berbasis budaya masih menjadi minat sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke DIY. Sehingga kehadiran Bregada Jaga Malioboro dengan mengenakan pakaian khas bregada di titik-titik sentral bagi wisatawan diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan di Kawasan Malioboro.
“Tujuan Bregada Jaga Malioboro ini sebagai tambahan daya tarik untuk Jogja yang pariwisatanya berbasis budaya. Jadi karena kita berbasis budaya, sehingga yang kita tampilkan di Malioboro ini adalah Bregada yang menunjukkan khas Jogja,” katanya.
Selain hadir secara fisik di Kawasan Malioboro, Kurniawan juga berhadap Bregada Jaga Malioboro dapat menunjukkan keramahtamahan atau hospitality kepada wisatawan yang berkunjung di Kawasan Malioboro.
Kurniawan pun menyampaikan kehadiran Bregada di sepanjang Jalan Malioboro pun telah mendapatkan apresiasi dari wisatawan yang berkunjung di kawasan tersebut, beberapa wisatawan menurut Kurniawan pun menghampiri para bregada dan menanyakan mengenai bregada di DIY.
Dengan begitu, Kurniawan percaya Bregada Jaga Malioboro dapat menjadi ikon pariwisata berbasis budaya di sepanjang Jalan Malioboro. “Salah satu potensi pariwisata Jogja adalah kebudayaannya, maka Bregada dihadirkan di sana agar dapat berperan mengenalkan dan melestarikan budaya Jogja kepada wisatawan,” katanya.
Salah satu pengunjung asal Subang, Jawa Barat, Agita menilai Bregada Jaga Malioboro di Kawasan Malioboro sangat menarik perhatian wisatawan. Dalam kunjungannya pertama ke Jogja, dia sangat terkesan dengan keramahan para Bregada Jaga Malioboro yang berkenan diajak berfoto bersama wisatawan.
“Ini [Bregada Jaga Malioboro] bagus, baru pertama kali [melihat Bregada]. Ini bisa menjadi ikon budaya di Jogja, bagus kebudayaan di sini masih dijaga dengan baik,” katanya. Agita pun berharap Bregada Jaga Malioboro dapat terus ada di Kawasan Malioboro sehingga dapat menambah pengetahuan wisatawan mengenai kebudayaan yang ada di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional.
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Jerman, raih 8 poin dan naik ke peringkat enam klasemen. Balapan sengit di Sachsenring, Veda salip Hakim Danish.
Ilmuwan AI peraih Nobel John Jumper hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic. Eksodus talenta AI semakin memanas di antara raksasa teknologi.
JBBA 2026 menilai keberhasilan organisasi dari aspek ekonomi berkelanjutan, bukan hanya laba dan pertumbuhan bisnis semata.
Komedian Temon Templar meninggal dunia pada usia 59 tahun. Abdel Achrian dan Aldi Taher ungkap duka. Simak profil dan perjalanan kariernya di sini.
JBBA 2026 menilai komitmen nyata organisasi dalam menjaga budaya lokal. Pelestarian budaya tak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial.