Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Suasana Gua Rancang Kencono yang berada di kompleks Gunungsewu di Bleberan, Kecamatan Playen./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Geopark Gunungsewu berhasil mempertahankan status keanggotaan UNESCO Global Geopark (UGG). Keberhasilan ini diharapkan bisa mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkesinambungan.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengaku senang dengan keberhasilan Kawasan karst Gunungsewu mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat sekitar geopark dengan kearifan lokalnya masih tetap melestarikan dan meningkatkan fungsi warisan bumi ini. “Kami bersyukur Geopark Gunungsewu kembali mendapatkan green card sehingga status UNESCO Global Geopark dapat dipertahankan,” kata Windu, Selasa (12/9/2023).
Meski demikian, dia mengakui, ada tugas berat agar kelesatrian tetap harus dijaga. Hal ini sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang dikembangkan di Kawasan geopark.
Windu menjelaskan, pariwisata berkelanjutan bertumpu pada pengembangan yang bertumpu pada alam. Namun di sisi lain, pelaksanaannya tidak merusak dan tetap berusaha mempertahankan kondisi alam yang ada. “Intinya pariwisata yang memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan. Tujuannya, agar anak cucu kita tetap bisa menikmati warisan bumi ini,” katanya.
Untuk mewujudkan hal ini tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah. Namun demikian, juga membutuhkan peran dari berbagai pihak, termasuk didalamnya warga sekitar. Sesuai dengan konsep pengembangan geopark terdapat tiga fungsi, yakni pelestarian, edukasi dan pemberdayaan masyarakat. “Pengembangan wisata tidak boleh merusak alam di Kawasan geopark,” katanya.
BACA JUGA: Selamat! Gunungsewu Berhasil Pertahankan Status Global Geopark
Sebelumnya diberitakan, Kawasan karst Gunungsewu berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark untuk kedua kalinya sejak ditetapkan di 2015 lalu. Kepastian ini diumumkan dalam Konferensi M’Goun UNESCO Global Geopark di Maroko pada 5-10 September 2023.
Sekretaris Geopark Gunungsewu, Hary Sukmono mengatakan, sudah mendapatkan hasil dari revalidasi Geopark Gunungsewu. Didalam konferensi UNESCO Global Geopark yang berlangsung di Maroko mendapatkan predikat green card. “Status UNESCO Global Geopark dapat dipertahankan,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan mempertahankan status jaringan geopark dunia sudah diprediksi sejak awal. Hary, mengakui sebelum penilaian ulang dilakukan sudah melakukan berbagai persiapan bersama dengan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). “Jadi ada pravalidasi dari KNGI sehingga saat tim UNESCO datang, maka sudah benar-benar siap didalam penilaian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.