SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Foto ilustrasi penghijauan/penanaman pohon. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten Bantul menyebut Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di wilayahnya saat ini masih berada di angka 65,43 atau dalam kategori menengah. Aksi peningkatan tutupan vegetasi berupa penanaman pohon pun digencarkan, terutama di kawasan selatan wilayah ini, guna memastikan kualitas lingkungan hidup, terutama udara, terus terjaga.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan IKLH di wilayah ini. Gerakan sederhana seperti menanam pohon bisa menjadi salah satu bentuk nyata yang perlu digencarkan. Sebab, kualitas udara dan tutupan vegetasi merupakan dua dari tiga komponen utama penyusun IKLH.
“Dengan penanaman pohon tentu akan berdampak pada IKLH Bantul. Karena itu, perlu terus kita tingkatkan dan membiasakan gerakan peduli lingkungan,” ujar Halim di sela-sela aksi penanaman pohon langka dan bambu di kawasan eks Balai Budidaya Ikan, Srihardono, Pundong, Jumat (17/10/2025).
Agenda penanaman pohon yang berkolaborasi dengan PT Link Net dan Pertamina Foundation itu, kata Halim, juga bertujuan untuk mendukung industri kerajinan lokal. Hal ini karena ketersediaan bahan baku bambu di Bantul terbilang minim. "Dengan aksi ini, mudah-mudahan kualitas udara Bantul membaik, tutupan vegetasi semakin luas, serta di masa depan pohon bisa digunakan sebagai bahan kebutuhan industri," katanya.
Direktur PT Link Net, Yosafat Marhasak Hutagalung menyebut, kawasan tersebut rencananya akan dihijaukan menjadi taman edukasi dan ruang publik berbasis budaya yang menghubungkan seni, lingkungan, dan kearifan lokal dalam satu ekosistem berkelanjutan.
"Total ada 2.000 bibit pohon langka dan bambu yang kami tanam, termasuk jenis Bambu Budha Belly, Trembesi, Tabebuya, Pulai, Kepel, Kelapa Kopyor, dan Kelengkeng," ungkapnya.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menyatakan, gerakan lingkungan itu menjadi tahapan awal sebelum rencana pihaknya yang ingin mengembangkan desa wisata budaya di lokasi tersebut. "Kami ingin masyarakat tidak hanya sadar lingkungan, tapi juga mandiri dan sejahtera lewat potensi lokalnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Pemerintah memastikan aturan komisi ojol maksimal 8 persen mulai berlaku 1 Juli 2026 dan hanya diterapkan untuk layanan ojek online roda dua.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Senin, 29 Juni 2026, rute Malioboro-Obelix Sea View dan Pantai Drini beserta tarif lengkapnya.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 15 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Polresta Banyumas memburu aset tersangka investasi bodong melalui penyidikan TPPU untuk memulihkan kerugian korban yang diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Regrouping SD Jogja belum menjadi pilihan. Pemkot Jogja fokus meningkatkan kualitas sekolah negeri untuk menarik lebih banyak siswa baru.