Cahya Supriadi Perkuat Timnas Indonesia, PSIM Jogja Dukung Penuh
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JOGJA—Harga beras terpantau masih tinggi. DPRD DIY menyarankan agar Pemda DIY menyiapkan langkah jangka pendek hingga panjang untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di masa mendatang.
Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan berdasarkan pemantauan yang tlah ia lakukan di sejumlah pasar harga beras tergolong masih tinggi pada Kamis (14/9/2023). Menurutnya beras kualitas medium naik sekitar Rp50 sampai Rp100 per kilogram dari harga dua hari lalu. Tercatat, September 2023 harga beras medium sekitar Rp11.000 per kilogram. Beras dengan kualitas yang sama, harganya sudah mencapai Rp13.500 per kilogram.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah di 17 Kapanewon, Beras Dijual Dibawah Rp10.000 Per Kg
“Sangat mungkin harga ini berbeda pada tiap pasar dan harganya masih berpotensi naik lagi. Tentu hal ini menjadi beban masyarakat,” kata politikus PDIP ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Meskipun harga naik, namun stok masih aman sehingga tidak perlu ada kepanikan. Ia berharap harga beras ini segera normal agar tidak menjadi beban baru bagi masyarakat. “Karena ini masuk tahun politik, kenaikan harga ini juga sangat mungkin akan dipolitisasi, padahal ini disebabkan oleh banyak sebab termasuk dampak el nino dan juga kebijakan berbagai negara yang selama ini jadi eksportir membatasi untuk cadangan pangan domestiknya,” katanya.
Ia mengusulkan ada beberapa langkah, dalam jangka pendek, Pemda DIY bersama kabupaten dan kota melakukan operasi pasar dengan sasaran yang teridentifikasi sehingga tepat sasaran. Hal ini untuk melengkapi program bansos pemerintah pusat berupa subsidi beras pada keluarga kurang mampu.
“Dalam jangka menengah, penguatan kapasitas produksi padi oleh petani DIY perlu ditingkatkan. Perbaikan infrastruktur pertanian menjadi prioritas. Selain itu, stimulus dan edukasi pupuk ramah lingkungan sangat penting karena komponen biaya pertanian yang cukup tinggi selain upah tenaga kerja juga biaya pupuk,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemkab Kulonprogo Segera Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Beras
Adapun dalam jangka panjang, program kemandirian pangan diwujudkan secara berkelanjutan. Pendekatan budaya, seperti pengembangan Lumbung Mataraman menjadi salah satu model untuk kemandirian pangan. “Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki inovasi pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium