AI Jadi Peluang Ekonomi Kreatif Baru, Ini Strategi Ekraf
Kemenekraf dorong tata kelola AI untuk ekonomi kreatif, lindungi kreator, dan tingkatkan inovasi industri digital Indonesia.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis Indonesia/Rachman
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulonprogo menggandeng Bulog untuk menggelar operasi pasar beras guna menstabilkan pasokan dan harga pangan seiring meningkatnya harga beras di tingkat pedagang pasar rakyat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo Sudarna di Kulonprogo, Jumat (8/9/2023) mengatakan sudah ada koordinasi dengan Pemerintah DIY terkait kenaikan harga beras, salah satunya dengan operasi pasar (OP) beras.
"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog akan didistribusikan ke masyarakat, terutama pedagang. Adapun saat ini masih proses pendataan untuk calon penerima," kata Sudarna.
Selain itu, lanjut dia, Disdagin Kulonprogo masih menunggu jadwal pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan. "Kami masih menunggu jadwal dari provinsi untuk operasi pasar beras," kata Sudarna.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdagin Kulonprogo Endang Zulywanti di mengatakan kenaikan harga beras mulai terjadi setidaknya dalam dua hari terakhir.
"Kalau dua hari lalu harganya masih stabil dan belum ada kenaikan seperti sekarang. Kenaikan harga beras baru dua hari terakhir," katanya.
Menurut data yang diberikan, Rabu (6/9) lalu harga beras jenis IR 1 di Kulonprogo berkisar Rp12.917 per kilogram (kg). Sedangkan IR 2 di kisaran Rp11.750 per kg.
Kenaikan pun mulai terjadi pada Kamis (7/9), terutama pada beras jenis IR 2. Harganya di pasaran Kulonprogo menjadi Rp11.833 per kg.
BACA JUGA: Duh, DIY Masuk Masa Paceklik karena Kemarau, Pemda: Harga Beras Naik Terus sampai 2024
Endang juga mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada beras medium. Harganya menjadi Rp11.800,00 dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900. Kenaikan harga beras ini terjadi karena biaya distribusi.
"Sedangkan beras premium masih Rp12.900, masih sama dengan HET dari Badan Pangan Nasional," katanya.
Menurut Endang, kenaikan harga beras terjadi karena stok beras di tingkat petani berkurang. Kondisi ini juga menyebabkan harga gabah ikut terkerek.
Meski begitu ia mengklaim jika kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar. Ia juga berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan naiknya harga beras.
"Kenaikannya belum terlalu signifikan, apalagi harga beras premium masih sama," kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenekraf dorong tata kelola AI untuk ekonomi kreatif, lindungi kreator, dan tingkatkan inovasi industri digital Indonesia.
Film Jogja RBMT masuk kompetisi utama Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing di tujuh kategori penghargaan bergengsi.
Mathew Baker mengungkap peran Kevin Diks dalam debutnya bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Oman 3-0 di FIFA Match Day.
Pajak kendaraan bekas di Bantul kini lebih mudah, tanpa KTP pemilik lama. Cukup surat pernyataan dan bisa langsung bayar di Samsat.
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
140 perajin tahu di Bandung terancam mogok produksi akibat harga kedelai impor naik hingga Rp11.000/kg dipicu pelemahan rupiah.